Kulit Ular Raksasa Ditemukan, Sungai Thames Disinyalir Jadi Sarang Kerabat Titanoboa
Senin, 22 Agustus 2022 - 19:07 WIB
loading...
A
A
A
"Jika Anda melihat hewan berdarah dingin dan penyebarannya di planet saat ini, yang besar berada di daerah tropis, tempat terpanas, dan semakin kecil semakin jauh dari khatulistiwa. Berdasarkan ukuran ular, tim mampu menghitung suhu tahunan rata-rata di khatulistiwa Amerika Selatan 60 juta tahun yang lalu sekitar 91 derajat Fahrenheit, sekitar 10 derajat lebih hangat dari hari ini," tulis Bloch dalam penjelasannya seperti dilansir dari The Guardian.
Teori Bloch cukup beralasan, pasalnya foto penampakan ular raksasa berenang di Sungai Baleh, Sibu, Serawak, bagian utara Kalimantan yang masuk wilayah Malaysia. Foto ular raksasa terlihat berenang melenggak-lenggok di sebuah sungai tropis yang dikelilingi oleh hutan gambut.
Seperti diulas dari berbagai sumber, ular berwarna hitam itu sangat besar, hampir memenuhi sungai yang terletak di tengah-tengah hutan rawa yang rimbun. Air beriak di kiri kanannya. Kabarnya, foto itu diambil dari sebuah helikopter, 11 Februari 2009 lalu.
Meskipun fosil-fosil ular berukuran raksasa telah ditemukan oleh para ilmuwan, namun hingga kini para ilmuwan memastikan ukuran pastinya, pasalnya tengkorak Titanoboa hampir tak pernah ditemukan karena sangat rapuh dan mudah hancur.
Teori Bloch cukup beralasan, pasalnya foto penampakan ular raksasa berenang di Sungai Baleh, Sibu, Serawak, bagian utara Kalimantan yang masuk wilayah Malaysia. Foto ular raksasa terlihat berenang melenggak-lenggok di sebuah sungai tropis yang dikelilingi oleh hutan gambut.
Seperti diulas dari berbagai sumber, ular berwarna hitam itu sangat besar, hampir memenuhi sungai yang terletak di tengah-tengah hutan rawa yang rimbun. Air beriak di kiri kanannya. Kabarnya, foto itu diambil dari sebuah helikopter, 11 Februari 2009 lalu.
Meskipun fosil-fosil ular berukuran raksasa telah ditemukan oleh para ilmuwan, namun hingga kini para ilmuwan memastikan ukuran pastinya, pasalnya tengkorak Titanoboa hampir tak pernah ditemukan karena sangat rapuh dan mudah hancur.
(wbs)
Lihat Juga :