Mengapa Laut Mediterania dan Samudra Atlantik Tidak Menyatu? Ini Penjelasan Lengkapnya

Kamis, 18 Agustus 2022 - 21:22 WIB
loading...
Mengapa Laut Mediterania...
Fenomena alam yang terjadi di Lautan Mediterania dan Samudra Atlantik benar adanya. Keduanya tidak saling menyatu walau dalam satu perairan yang sama. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Fenomena alam yang terjadi di Lautan Mediterania dan Samudra Atlantik benar adanya. Keduanya tidak saling menyatu walau dalam satu perairan yang sama. Kenapa bisa terjadi?

Titik temu antara Lautan Mediterania dan Samudra Atlantik yang tak saling menyatu sempat membuat geger media sosial. Unggahan foto yang diambil fotografer bernama Kent Smith pada Juli 2010 membuat dunia tercengang, bahwa ada laut yang tidak saling menyatu.

Beberapa netizen menyangkut-pautkan fenomena ini dengan ayat dalam Alquran. Dijelaskan dalam laman Research Gate, seorang netizen bernama Mahmoud Shoshah dari Ain Shams University menjelaskan soalan ayat suci Alquran tersebut.

Baca juga; Gumpalan Debu Gurun Sahara Melintasi Samudra Atlantik, Efeknya Terasa sampai Hutan Amazon

Menurutnya, fenomena alam yang terjadi di Lautan Mediterania dan Samudra Atlantik itu sama dengan apa yang dikatakan di Surah Ar-Rahman ayat 19-20, yang artinya, 'Dia melepaskan dua lautan, lalu bertemu (19). Di antara keduanya ada penghalang, (maka) tidak ada di antara mereka yang melampaui batas'.

Tak hanya di Surah Ar-Rahman 19-20 Anda akan menemukan penjelasan fenomena alam ini. Tapi, dijelaskan juga di Surah Al-Furqan ayat 53, yang artinya: "Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan): yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus".

Pernyataan dua ayat suci tersebut menjelaskan dengan rinci bagaimana Lautan Mediterania dan Samudra Atlantik yang tidak saling menyatu. Keduanya ada di lautan yang sama, tapi benar-benar tidak menyatu.

Baca juga; Arus Besar Laut Samudera Atlantik Berubah, Bumi Dalam Bahaya

Secara ilmiah, fenomena alam tersebut dapat dikaitkan dengan massa air antara Lautan Mediterania dan Samudra Atlantik. Ya, tidak bersatunya dua lautan itu karena ada perbedaan kepadatan air, suhu, dan salinitas atau tingkat kadar garam.

Air dari Samudera Mediterania diketahui memiliki karakter air yang lebih pekat, tinggi garam, serta hangat. Beda dengan air dari Samudera Atlantik.

"Kami mempelajari pernyataan peneliti tertentu tentang penghalang yang memisahkan lautan dan mengamati bahwa Laut Mediterania memiliki salinitas dan kerapatan yang berbeda, serta menjadi hunian bagi flora dan fauna yang khas dari tempat tersebut," kata Francis J. Costeau, seorang ahli oseanografi, dikutip dari buku 'Alquran vs Sains Modern menurut Dr Zakir Naik'.

Nah, saat air dari Samudera Atlantik diteliti, diketahui dengan jelas bahwa karakter airnya berbeda dengan air Lautan Mediterania padahal mereka bertemu di satu titik lautan yang sama.

Selain karena karakter dari air masing-masing, alasan lain mengapa Lautan Mediterania dan Samudra Atlantik tidak menyatu adalah karena gaya fisika yang disebut 'tegangan permukaan'. Jadi, para ahli kelautan menemukan bahwa air dari laut-laut yang bersebelahan itu memiliki perbedaan massa jenis.

Karena perbedaan massa jenis tersebut, tegangan permukaan mencegah dua lautan saling bercampur, seolah-olah terdapat dinding tipis yang memisahkan keduanya.

Jadi, karena beberapa perbedaan itu yang akhirnya membuat Laut Mediterania dan Samudra Atlantik tidak saling bercampur. Keajaiban alam yang benar-benar menakjubkan, bukan?
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
Gurita Biru Kehijauan...
Gurita Biru Kehijauan Langka Ditemukan di Dasar Laut Galapagos
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Bukan Pelangi Biasa,...
Bukan Pelangi Biasa, Ini Fakta Awan Warna-Warni di Jonggol Menurut Ahli IPB
Fenomena Awan Pelangi...
Fenomena Awan Pelangi Muncul di Langit Jonggol, BMKG: Berkaitan dengan Optik Atmosfer
Rekomendasi
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
5 Alasan See You at...
5 Alasan See You at Work Tomorrow Jadi Drakor Romansa Kantor yang Dinantikan
Berita Terkini
Ingat! Ini Cara Mudah...
Ingat! Ini Cara Mudah Bedakan dan Dapatkan e-Meterai Resmi
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved