Ogah Remehkan UFO, NASA Turunkan Kekuatan Penuh untuk Penelitian Mendalam
Kamis, 18 Agustus 2022 - 19:42 WIB
loading...
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) enggan meremehkan fenomena UFO dan mengerahkan kekuatan penuh untuk melakukan penelitian secara mendalam. Foto/Space.com/DoD/US Navy
A
A
A
FLORIDA - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat ( NASA ) enggan meremehkan fenomena UFO (unidentified flying objects/benda terbang tak dikenal) dan mengerahkan kekuatan penuh untuk melakukan penelitian secara mendalam. NASA pada bulan Juni mengumumkan membuka studi ilmiah tentang UFO yang istilahnya diubah dengan UAP (unidentified aerial phenomena/ fenomena udara tak dikenal).
Tujuan utama studi ilmiwah ini untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi data UFO yang tersedia, menyusun cara terbaik untuk mengumpulkan pengamatan di masa depan. Kemudian menentukan bagaimana NASA dapat menggunakan data tersebut untuk memajukan pemahaman tentang fenomena langit yang membingungkan ini.
Studi ini dipimpin oleh astrofisikawan David Spergel, presiden Yayasan Simons di New York City. Diperkirakan biayanya tidak lebih dari USD100.000 (sekitar Rp1,5 miliar), mulai musim gugur ini dan berlangsung sekitar sembilan bulan.
Baca juga; Komentari Alien dan UFO, Elon Musk: Kita dalam Masalah Besar Jika Mereka ke Bumi
Daniel Evans, asisten wakil administrator asosiasi untuk penelitian di Direktorat Misi Sains (SMD) mengatakan bahwa NASA bekerja keras untuk memenuhi target sesuai jadwal itu. “Kami akan mengerahkan kekuatan penuh pada persiapan untuk studi UAP,” katanya dikutip SINDOnews dari laman Space.com, Kamis (18/8/2022).
Tujuan utama studi ilmiwah ini untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi data UFO yang tersedia, menyusun cara terbaik untuk mengumpulkan pengamatan di masa depan. Kemudian menentukan bagaimana NASA dapat menggunakan data tersebut untuk memajukan pemahaman tentang fenomena langit yang membingungkan ini.
Studi ini dipimpin oleh astrofisikawan David Spergel, presiden Yayasan Simons di New York City. Diperkirakan biayanya tidak lebih dari USD100.000 (sekitar Rp1,5 miliar), mulai musim gugur ini dan berlangsung sekitar sembilan bulan.
Baca juga; Komentari Alien dan UFO, Elon Musk: Kita dalam Masalah Besar Jika Mereka ke Bumi
Daniel Evans, asisten wakil administrator asosiasi untuk penelitian di Direktorat Misi Sains (SMD) mengatakan bahwa NASA bekerja keras untuk memenuhi target sesuai jadwal itu. “Kami akan mengerahkan kekuatan penuh pada persiapan untuk studi UAP,” katanya dikutip SINDOnews dari laman Space.com, Kamis (18/8/2022).
Lihat Juga :