'Resep Maknyus' Supaya Koneksi Internet Tak Lagi Lemot
Selasa, 30 Juni 2020 - 07:13 WIB
loading...
A
A
A
"Sebagai contoh, penggunaan paket internet 10 Mbps yang dibagi untuk 10 perangkat di mana secara teori setiap perangkat akan mendapatkan kecepatan internet sebesar 1 Mbps," sebutnya.
Jika kecepatan akses internet tidak lebih dari 50 Mbps, maka user dapat menggunakan perangkat yang memiliki port WAN dengan rating fast ethernet (100 Mbps). Namun jika kecepatan akses internet user sudah berada di atas nilai tersebut, maka sebaiknya menggunakan perangkat port WAN dengan rating gigabit etherent (1000 Mbps).
Yoshia menilai, ini penting untuk memastikan tidak terjadi bottleneck yang mengakibatkan tidak optimalnya penyaluran bandwidth dari ISP ke gateway.
"Penggunaan perangkat jaringan yang tidak sesuai karena tidak memperhatikan kebutuhan dasar pengguna," ujarnya.
Contohnya, lanjut dia, penggunaan router entry-level untuk kegiatan bisnis atau perkantoran. Pemanfaatannya sudah tentu akan lebih banyak jumlah perangkat tersambung melebihi spesifikasi hardware perangkat tersebut.
Pilih perangkat router yang mendukung dual band 2.4 GHz dan 5GHz agar performa lebih maksimal. Dia mengatakan, rata-rata router TP-Link memiliki kemampuan band steering otomatis yang membagi perangkat sesuai dengan band-nya secara otomatis. Hal ini akan mempengaruhi performa mengingat sekarang juga sudah banyak perangkat yang mendukung dual band.
Hal lain, pelajari topologi penempatan router yang optimal. Bahan-bahan di kantor, seperti aluminium termasuk letak router bisa memengaruhi kinerja router itu menjadi lebih buruk. Karena wireless dipancarkan melalui gelombang elektromagnetik melalui udara, maka halangan fisik dengan tingkat densitas tertentu akan melemahkan tingkat kekuatan sinyal.
Jika kecepatan akses internet tidak lebih dari 50 Mbps, maka user dapat menggunakan perangkat yang memiliki port WAN dengan rating fast ethernet (100 Mbps). Namun jika kecepatan akses internet user sudah berada di atas nilai tersebut, maka sebaiknya menggunakan perangkat port WAN dengan rating gigabit etherent (1000 Mbps).
Yoshia menilai, ini penting untuk memastikan tidak terjadi bottleneck yang mengakibatkan tidak optimalnya penyaluran bandwidth dari ISP ke gateway.
"Penggunaan perangkat jaringan yang tidak sesuai karena tidak memperhatikan kebutuhan dasar pengguna," ujarnya.
Contohnya, lanjut dia, penggunaan router entry-level untuk kegiatan bisnis atau perkantoran. Pemanfaatannya sudah tentu akan lebih banyak jumlah perangkat tersambung melebihi spesifikasi hardware perangkat tersebut.
Pilih perangkat router yang mendukung dual band 2.4 GHz dan 5GHz agar performa lebih maksimal. Dia mengatakan, rata-rata router TP-Link memiliki kemampuan band steering otomatis yang membagi perangkat sesuai dengan band-nya secara otomatis. Hal ini akan mempengaruhi performa mengingat sekarang juga sudah banyak perangkat yang mendukung dual band.
Hal lain, pelajari topologi penempatan router yang optimal. Bahan-bahan di kantor, seperti aluminium termasuk letak router bisa memengaruhi kinerja router itu menjadi lebih buruk. Karena wireless dipancarkan melalui gelombang elektromagnetik melalui udara, maka halangan fisik dengan tingkat densitas tertentu akan melemahkan tingkat kekuatan sinyal.
Lihat Juga :