Artefak Kapal Kuno Ditemukan di Sungai Trave Jerman, Punya Bentuk Langka Berusia 400 Tahun

Kamis, 11 Agustus 2022 - 14:14 WIB
loading...
Artefak Kapal Kuno Ditemukan...
Para arkeolog menemukan lambung kayu dan tong kapal kargo dari lapisan lumpur sungai Trave, kota Lubeck di Jerman. Foto/Penyelam penelitian Christian Howe/Live Science
A A A
BERLIN - Artefak kapal kargo unik dari periode Hanseatic berusia 400 tahun ditemukan di dasar sungai Trave, yang mengarah ke kota Lubeck di Jerman. Saat ditemukan posisi kapal tidak terbalik, bahkan hampir tegak dan beberapa bagian masih utuh.

Salah satu bagian yang utuh adalah tong berisi kapur yang dibawanya untuk industri pembuatan batu berabad-abad yang lalu. Sisa-sisa artefak kapal pertama kali ditemukan pada tahun 2020 selama survei sonar rutin oleh otoritas saluran navigasi di Trave.

Kapal terletak pada kedalaman sekitar 11 meter di bentangan luar sungai yang didominasi air asin, antara Lubeck dan pelabuhan Travemunde ke Laut Baltik. Kapal yang rusak itu memiliki panjang antara 20 hingga 25 meter dan mungkin merupakan sebuah galliot, sebuah kapal kargo bertiang tunggal yang umum selama periode Hanseatic.

Baca juga; Kaisar Caligula Bangun Benteng Besar di Amsterdam untuk Taklukkan Inggris

Kapal ini diperkirakan digunakan sekelompok serikat perdagangan Eropa utara yang mendominasi Laut Baltik dan Laut Utara dari abad ke-13 hingga ke-17. Fritz Jurgens, arkeolog maritim Universitas Kiel di Jerman mengatakan, kota-kota dan serikat pekerja di Jerman utara dan beberapa tempat di Eropa membentuk blok yang sukses, Hansa, yang mendominasi perdagangan di seluruh Baltik dan Laut Utara.

Ditemukan sekitar 150 tong kayu yang hampir utuh di atau dekat bangkai kapal, menunjukkan bahwa kargo itu membawa muatan kapur ketika tenggelam pada akhir abad ke-17. Kapur cepat dibuat dengan membakar batu kapur dan merupakan bahan penting untuk mortar yang digunakan dalam pengerjaan batu.

“Sumber (batu kapur) adalah Skandinavia, di tengah Swedia atau di utara Denmark. Kami tahu bahwa kargo ini datang dari sana, kemungkinan besar ke Lübeck, karena Jerman utara tidak memiliki sumber batu kapur yang besar,” kata Jurgens dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Kamis (11/8/2022).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rakyat Jerman Dukung...
Rakyat Jerman Dukung Larang Penggunaan Sosmed untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Australia Kembalikan...
Australia Kembalikan 17 Artefak Firaun Langka ke Mesir
Jerman Larang Penjualan...
Jerman Larang Penjualan Gas Tertawa kepada Anak-anak
10 Peninggalan Kuno...
10 Peninggalan Kuno yang Penuh Teka-teki dan Belum Terpecahkan
Gua Kristal yang Menakjubkan...
Gua Kristal yang Menakjubkan Ditemukan Memiliki Rahasia Mematikan
Keberadaan Tembok Misterius...
Keberadaan Tembok Misterius di Bawah Laut Teluk Mecklenburg Masih Jadi Teka-teki
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
Sejarawan dan Akademisi...
Sejarawan dan Akademisi Apresiasi Kepemimpinan Wali Kota Agustina Selamatkan Artefak dan Arsip Kemaritiman
Rekomendasi
Status Gunung Anak Krakatau...
Status Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km
Roy Suryo Soroti Karya...
Roy Suryo Soroti Karya Jurnalistik Dijadikan Bukti dalam Dakwaan Dokter Tifa
Tio Pakusadewo Belum...
Tio Pakusadewo Belum Jalani Operasi Katup Jantung, Dewi Irawan Ungkap Alasannya
Berita Terkini
Sekolah untuk Robot...
Sekolah untuk Robot Humanoid Resmi Dibuka, Ini Pelajarannya
Bulan Juni 2026, Ilmuwan...
Bulan Juni 2026, Ilmuwan Sebut Air Laut Mulai Mendidih
Meta Bantah Tuduhan...
Meta Bantah Tuduhan Medsosnya Menyebabkan Anak-anak Kecanduan
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Bot Judi Online Kini...
Bot Judi Online Kini Lebih Canggih: Deteksi Konten Viral, Langsung Banjiri Ribuan Komentar
Infografis
Fosil Kelelawar Tertua...
Fosil Kelelawar Tertua Berusia 52 Juta Tahun Ditemukan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved