55 Makhluk Laut Misterius Ditemukan di Samudra Pasifik, Sebagian Besar Bentuknya Eksentrik
Rabu, 03 Agustus 2022 - 16:22 WIB
loading...
A
A
A
Mulai dari teripang elastis berbentuk pisang yang dikenal sebagai tupai bergetah (Psychropotes longicauda) dengan tubuh sepanjang 60 cm. Ini sejenis spons laut dalam genus Hyalonema, yang tubuhnya menyerupai bunga tulip.
Dari potensi spesies baru yang ditemukan dan menarik perhatian para ilmuwan, adalah jenis karang dalam genus Chrysogorgia. Polip oranye pucatnya mirip dengan C. abludo, spesies yang biasanya ditemukan di Samudra Atlantik.
Baca juga; Ada Sekitar 1.350 Gunung Berapi di Seluruh Dunia, 80% Berada di Bawah Laut
![55 Makhluk Laut Misterius Ditemukan di Samudra Pasifik, Sebagian Besar Bentuknya Eksentrik]()
Namun para peneliti kemudian mengidentifikasinya sebagai spesies baru yang belum diberi nama. Ini menandai pertama kalinya karang dari genus ini ditemukan di Pasifik. “Banyak dari spesies ini yang telah kita lihat sebagai fosil, dan mereka terlihat persis sama sekarang,” kata Bribiesca-Contrerasshe.
Sebelum ekspedisi NHM, banyak dari hewan ini hanya terlihat sekilas dalam foto atau video, atau diketahui dari sisa-sisa fosilnya. Misi ini memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari spesimen saat bergerak bebas di habitat laut dan kemudian di laboratorium.
Dari potensi spesies baru yang ditemukan dan menarik perhatian para ilmuwan, adalah jenis karang dalam genus Chrysogorgia. Polip oranye pucatnya mirip dengan C. abludo, spesies yang biasanya ditemukan di Samudra Atlantik.
Baca juga; Ada Sekitar 1.350 Gunung Berapi di Seluruh Dunia, 80% Berada di Bawah Laut

Namun para peneliti kemudian mengidentifikasinya sebagai spesies baru yang belum diberi nama. Ini menandai pertama kalinya karang dari genus ini ditemukan di Pasifik. “Banyak dari spesies ini yang telah kita lihat sebagai fosil, dan mereka terlihat persis sama sekarang,” kata Bribiesca-Contrerasshe.
Sebelum ekspedisi NHM, banyak dari hewan ini hanya terlihat sekilas dalam foto atau video, atau diketahui dari sisa-sisa fosilnya. Misi ini memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari spesimen saat bergerak bebas di habitat laut dan kemudian di laboratorium.
(wib)
Lihat Juga :