Ditemukan 200 Zona Goldilocks di Bulan, Tempat Astronot dapat Bertahan Hidup
Minggu, 31 Juli 2022 - 16:31 WIB
loading...
Para ilmuwan menemukan lubang di bulan yang bersuhu ruangan di tempat teduh yang disebut dengan zona Goldilocks. Foto/NASA/GSFC/Arizona State University
A
A
A
LOS ANGELES - Para ilmuwan menemukan lubang di bulan yang bersuhu ruangan di tempat teduh yang disebut dengan zona Goldilocks. Ada sekitar 200 zona Goldilocks yang selalu mendekati suhu rata-rata di San Francisco.
Sebanyak 200 lubang berbayangan di bulan yang baru dianalisis selalu selalu bersuhu 17 derajat Celcius, yang berarti sempurna bagi manusia untuk berlindung dari suhu ekstrem. Lubang ini juga bisa melindungi astronot dari bahaya angin matahari, mikrometeorit, dan sinar kosmik.
Beberapa dari lubang itu mungkin mengarah ke gua yang sama hangatnya. Lubang-lubang yang sebagian teduh dan gua-gua gelap ini bisa ideal untuk pangkalan di bulan. Diketahui bulan memiliki fluktuasi suhu yang liar, dengan bagian-bagian bulan memanas hingga 127 derajat Celcius pada siang hari dan turun hingga minus 173 derajat Celcius pada malam hari.
Baca juga; NASA Tunjukkan Pakaian Astronot Senilai Rp4,2 T untuk Misi ke Bulan 2024
“Bertahan pada malam di bulan sangat sulit karena membutuhkan banyak energi, tetapi berada di lubang dan gua ini hampir seluruhnya menghilangkan persyaratan itu,” kata Tyler Horvath, mahasiswa doktoral dalam ilmu planet di University of California, Los Angeles kepada Live Science dikutip SINDOnews, Minggu (31/7/2022).
Lubang pertama di permukaan bulan ditemukan pada tahun 2009 oleh pengorbit Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) Kaguya (sebelumnya SELENE, untuk SELenological and ENGineering Explorer). Namun, pekerjaan baru ini telah dilakukan dengan menggunakan kamera termal, Eksperimen Radiometer Bulan Diviner, pada robot Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) milik NASA.
Dari 200 lubang yang ditemukan, dua hingga tiga lubang mengarah ke sebuah gua, sementara 16 lubang tampaknya merupakan “langit” untuk tabung lava yang runtuh. Di Bumi, tabung lava adalah gua berongga yang ditemukan di dekat permukaan di daerah vulkanik, terutama Gua Kazumura di Taman Nasional Gunung Api Hawaii dan La Cueva del Viento di Tenerife di Kepulauan Canary.
Sebanyak 200 lubang berbayangan di bulan yang baru dianalisis selalu selalu bersuhu 17 derajat Celcius, yang berarti sempurna bagi manusia untuk berlindung dari suhu ekstrem. Lubang ini juga bisa melindungi astronot dari bahaya angin matahari, mikrometeorit, dan sinar kosmik.
Beberapa dari lubang itu mungkin mengarah ke gua yang sama hangatnya. Lubang-lubang yang sebagian teduh dan gua-gua gelap ini bisa ideal untuk pangkalan di bulan. Diketahui bulan memiliki fluktuasi suhu yang liar, dengan bagian-bagian bulan memanas hingga 127 derajat Celcius pada siang hari dan turun hingga minus 173 derajat Celcius pada malam hari.
Baca juga; NASA Tunjukkan Pakaian Astronot Senilai Rp4,2 T untuk Misi ke Bulan 2024
“Bertahan pada malam di bulan sangat sulit karena membutuhkan banyak energi, tetapi berada di lubang dan gua ini hampir seluruhnya menghilangkan persyaratan itu,” kata Tyler Horvath, mahasiswa doktoral dalam ilmu planet di University of California, Los Angeles kepada Live Science dikutip SINDOnews, Minggu (31/7/2022).
Lubang pertama di permukaan bulan ditemukan pada tahun 2009 oleh pengorbit Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) Kaguya (sebelumnya SELENE, untuk SELenological and ENGineering Explorer). Namun, pekerjaan baru ini telah dilakukan dengan menggunakan kamera termal, Eksperimen Radiometer Bulan Diviner, pada robot Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) milik NASA.
Dari 200 lubang yang ditemukan, dua hingga tiga lubang mengarah ke sebuah gua, sementara 16 lubang tampaknya merupakan “langit” untuk tabung lava yang runtuh. Di Bumi, tabung lava adalah gua berongga yang ditemukan di dekat permukaan di daerah vulkanik, terutama Gua Kazumura di Taman Nasional Gunung Api Hawaii dan La Cueva del Viento di Tenerife di Kepulauan Canary.
Lihat Juga :