Aneh, Para Ilmuwan Melihat Kilatan Cahaya dari Tabrakan Lubang Hitam
Minggu, 28 Juni 2020 - 04:40 WIB
loading...
Penggambaran tentang dua Lubang Hitam yang bertabrakan atau bergabung dalam cakram Lubang Hitam supermasif, kemudian melepaskan semburan cahaya.(Foto/©Caltech/R. Hurt (IPAC))
A
A
A
JAKARTA - Black-hole atau Lubang Hitam di tata surya tidak seharusnya menghasilkan kilatan cahaya. Namun faktanya demikian.
Bahkan ketika Lubang Hitam bertabrakan, benda-benda besar itu seharusnya tidak terlihat oleh instrumen tradisional para astronom. Tetapi ketika para ilmuwan mendeteksi tabrakan Lubang Hitam tahun lalu, mereka juga melihat kilatan aneh dari kecelakaan tersebut. (Baca juga: NASA Siap Kirim Helikopter Pertamanya ke Mars Bulan Depan )
Pada 21 Mei 2019, detektor gelombang gravitasi Bumi menangkap sinyal sepasang benda besar yang bertabrakan, mengirimkan riak yang mengalir melalui ruang waktu. Belakangan, sebuah observatorium bernama Zwicky Transient Facility (ZTF) menangkap cahaya.
Ketika para ilmuwan melihat kedua sinyal tersebut, mereka menyadari keduanya berasal dari bidang langit yang sama. Para peneliti mulai bertanya apakah mereka telah melihat tabrakan lubang hitam yang jarang terlihat.
"Deteksi ini sangat menarik," kata Daniel Stern, rekan penulis studi baru tentang penemuan dan ahli astrofisika di Jet Propulsion Laboratory NASA di California, dalam sebuah pernyataan NASA, seperti dilaporkan laman Space.com.
Bahkan ketika Lubang Hitam bertabrakan, benda-benda besar itu seharusnya tidak terlihat oleh instrumen tradisional para astronom. Tetapi ketika para ilmuwan mendeteksi tabrakan Lubang Hitam tahun lalu, mereka juga melihat kilatan aneh dari kecelakaan tersebut. (Baca juga: NASA Siap Kirim Helikopter Pertamanya ke Mars Bulan Depan )
Pada 21 Mei 2019, detektor gelombang gravitasi Bumi menangkap sinyal sepasang benda besar yang bertabrakan, mengirimkan riak yang mengalir melalui ruang waktu. Belakangan, sebuah observatorium bernama Zwicky Transient Facility (ZTF) menangkap cahaya.
Ketika para ilmuwan melihat kedua sinyal tersebut, mereka menyadari keduanya berasal dari bidang langit yang sama. Para peneliti mulai bertanya apakah mereka telah melihat tabrakan lubang hitam yang jarang terlihat.
"Deteksi ini sangat menarik," kata Daniel Stern, rekan penulis studi baru tentang penemuan dan ahli astrofisika di Jet Propulsion Laboratory NASA di California, dalam sebuah pernyataan NASA, seperti dilaporkan laman Space.com.
Lihat Juga :