Sungai Efrat Mengering, Ketinggian Permukaan Air Mengalami Penurunan
Kamis, 14 Juli 2022 - 22:43 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian diperparah oleh gelombang panas dan berakhirnya hujan lebih awal pada musim semi 2021. Ketinggian air di sungai Efrat kemudian mulai menurun dengan cepat mulai awal 2021. Laporan lain menyebutkan penurunan air sungai Efrat terjadi pada bulan-bulan musim panas dan musim gugur tahun 2021.
Bank Dunia telah memperingatkan Irak bahwa penurunan air sungai Efrat akan mencapai sepertiga pada tahun 2050 dan membuat irigasi kekeringan, jika suhu naik 1 derajat celcius. Bahkan laporan pemerintah Irak, dikutip SINDOnews dari laman thenationalnews, Kamis (14/7/2022), sungai Tigris dan Efrat Irak dapat mengering pada tahun 2040 karena penurunan permukaan air dan perubahan iklim.
Aliran air sungai Efrat ke negara itu selama musim panas diperkirakan sekitar 40 miliar meter kubik. Penurunan pasokan hingga 30 persen dari tingkat normal akan mengakibatkan Irak hanya menerima 11 miliar meter kubik per tahun.
Padahal kebutuhan konsumsi air Irak mencapai 53 miliar meter kubik per tahun, yang berarti defisit akan meningkat hingga 80 persen. “Penurunan pasokan air ke Irak telah dimulai secara bertahap dan akan turun hingga 30 persen pada tahun 2035,” kata Kementerian Sumber Daya Air Irak.
Baca juga; Kiamat Mendekat: Sungai Efrat Kian Surut, Tinggal Tunggu Munculnya Gunung Emas
Bank Dunia telah memperingatkan Irak bahwa penurunan air sungai Efrat akan mencapai sepertiga pada tahun 2050 dan membuat irigasi kekeringan, jika suhu naik 1 derajat celcius. Bahkan laporan pemerintah Irak, dikutip SINDOnews dari laman thenationalnews, Kamis (14/7/2022), sungai Tigris dan Efrat Irak dapat mengering pada tahun 2040 karena penurunan permukaan air dan perubahan iklim.
Aliran air sungai Efrat ke negara itu selama musim panas diperkirakan sekitar 40 miliar meter kubik. Penurunan pasokan hingga 30 persen dari tingkat normal akan mengakibatkan Irak hanya menerima 11 miliar meter kubik per tahun.
Padahal kebutuhan konsumsi air Irak mencapai 53 miliar meter kubik per tahun, yang berarti defisit akan meningkat hingga 80 persen. “Penurunan pasokan air ke Irak telah dimulai secara bertahap dan akan turun hingga 30 persen pada tahun 2035,” kata Kementerian Sumber Daya Air Irak.
Baca juga; Kiamat Mendekat: Sungai Efrat Kian Surut, Tinggal Tunggu Munculnya Gunung Emas
Lihat Juga :