Roket Super Besar Misi ke Mars Milik Elon Musk Meledak
Selasa, 12 Juli 2022 - 18:44 WIB
loading...
Prototipe SpaceX Starship SN8 selama uji terbang sebelumnya. Ledakan bola api yang besar terjadi saat uji coba roket Starship generasi berikutnya milik SpaceX di fasilitas Boca Chica SpaceX di Texas Selatan pada Senin 11 Juli 2022. Foto/SpaceX/Newatlas
A
A
A
TEXAS - Ledakan bola api yang besar terjadi saat uji coba roket Starship generasi berikutnya milik SpaceX di fasilitas Boca Chica SpaceX di Texas Selatan pada Senin 11 Juli 2022. Ledakan terjadi di dasar Booster 7, prototipe roket Super Heavy, tahap pertama yang besar untuk sistem transportasi ke luar angkasa.
Pengujian melibatkan versi Super Heavy, booster tahap pertama raksasa yang dirancang untuk menggerakkan Starship ke orbit dengan total 33 mesin SpaceX Raptor. Penembakan mesin-mesin ini di landasan di Boca Chica mengakibatkan ledakan besar.
Ledakan terasa mengguncang kamera yang merekam tes tersebut seperti yang ditangkap oleh NASA Spaceflight. “Ya, sebenarnya tidak bagus. Tim sedang menilai kerusakan,” tweet CEO SpaceX Elon dikutip SINDOnews dari laman Newatlas, Selasa (12/7/2022).
Baca juga; Roket Starship SN11 Meledak, SpaceX: Kami Kehilangan Semua Data
Meskipun segala sesuatu di sekitar roket terlihat tetap utuh, mesin pendorong itu terus mengeluarkan asap tebal untuk beberapa waktu setelahnya. Musk tidak menjelaskan kemungkinan penyebab ledakan, tetapi menambahkan konteks seputar kompleksitas penggunaan bahan bakar kriogenik, yang diperlukan Super Heavy untuk menghasilkan tingkat kekuatan yang diperlukan.
“Bahan bakar kriogenik adalah tantangan tambahan, karena menguap untuk menciptakan risiko ledakan bahan bakar-udara di atmosfer sebagian oksigen seperti Bumi,” tweetnya.
SpaceX sedang mempersiapkan Booster 7 untuk uji terbang orbit Starship pertama kalinya. Misi penting itu dapat diluncurkan dalam beberapa bulan ke depan, jika semuanya berjalan sesuai rencana dan jika Booster 7 tidak rusak parah akibat ledakan saat uji coba.
Pengujian melibatkan versi Super Heavy, booster tahap pertama raksasa yang dirancang untuk menggerakkan Starship ke orbit dengan total 33 mesin SpaceX Raptor. Penembakan mesin-mesin ini di landasan di Boca Chica mengakibatkan ledakan besar.
Ledakan terasa mengguncang kamera yang merekam tes tersebut seperti yang ditangkap oleh NASA Spaceflight. “Ya, sebenarnya tidak bagus. Tim sedang menilai kerusakan,” tweet CEO SpaceX Elon dikutip SINDOnews dari laman Newatlas, Selasa (12/7/2022).
Baca juga; Roket Starship SN11 Meledak, SpaceX: Kami Kehilangan Semua Data
Meskipun segala sesuatu di sekitar roket terlihat tetap utuh, mesin pendorong itu terus mengeluarkan asap tebal untuk beberapa waktu setelahnya. Musk tidak menjelaskan kemungkinan penyebab ledakan, tetapi menambahkan konteks seputar kompleksitas penggunaan bahan bakar kriogenik, yang diperlukan Super Heavy untuk menghasilkan tingkat kekuatan yang diperlukan.
“Bahan bakar kriogenik adalah tantangan tambahan, karena menguap untuk menciptakan risiko ledakan bahan bakar-udara di atmosfer sebagian oksigen seperti Bumi,” tweetnya.
SpaceX sedang mempersiapkan Booster 7 untuk uji terbang orbit Starship pertama kalinya. Misi penting itu dapat diluncurkan dalam beberapa bulan ke depan, jika semuanya berjalan sesuai rencana dan jika Booster 7 tidak rusak parah akibat ledakan saat uji coba.
Lihat Juga :