4 Hewan yang Digunakan untuk Pengobatan, Nomor 2 Spesies Beracun
Kamis, 07 Juli 2022 - 16:32 WIB
loading...
A
A
A
2. Racun Kalajengking untuk Menghilangkan Rasa Sakit
![4 Hewan yang Digunakan untuk Pengobatan, Nomor 2 Spesies Beracun]()
Australia dikenal sebagai hotspot untuk segala hal yang berbisa, seperti laba-laba, ular, dan kalajengking. Tapi, tidak seperti bisa ular, yang banyak kita ketahui, racun kalajengking di Australia belum banyak diketahui secara detail.
Namun, studi University of Queensland yang mengamati lima spesies kalajengking menemukan potensi penggunaan racun dalam obat manajemen nyeri. Dan, dengan lebih dari 60 spesies kalajengking, menyempurnakan koktail racun mereka selama 400 juta tahun, sebagai senyawa terapeutik.
Baca juga; Semakin Kecil Kalajengking, Semakin Mematikan Racunnya
3. Kulit Ikan untuk Luka Bakar
![4 Hewan yang Digunakan untuk Pengobatan, Nomor 2 Spesies Beracun]()
Kulit binatang telah lama digunakan dalam pengobatan luka bakar di seluruh dunia, tetapi di Brasil tiga bank pengobatan kulit mereka hanya memenuhi satu persen dari permintaan nasional. Untuk mengatasi masalah ini, seorang dokter di kota tepi laut Fortaleza sedang menguji coba penggunaan kulit ikan untuk mengobati luka bakar.
Studi terhadap kulit ikan nila mengungkapkan mengandung kolagen tinggi dan memiliki kadar air yang mirip dengan kulit manusia. Strip kulit yang disterilkan diterapkan pada luka bakar tingkat dua dan tiga dan, tidak seperti perban kasa, benar-benar tetap terpasang. Perawatan dengan ikan nila telah mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan luka.

Australia dikenal sebagai hotspot untuk segala hal yang berbisa, seperti laba-laba, ular, dan kalajengking. Tapi, tidak seperti bisa ular, yang banyak kita ketahui, racun kalajengking di Australia belum banyak diketahui secara detail.
Namun, studi University of Queensland yang mengamati lima spesies kalajengking menemukan potensi penggunaan racun dalam obat manajemen nyeri. Dan, dengan lebih dari 60 spesies kalajengking, menyempurnakan koktail racun mereka selama 400 juta tahun, sebagai senyawa terapeutik.
Baca juga; Semakin Kecil Kalajengking, Semakin Mematikan Racunnya
3. Kulit Ikan untuk Luka Bakar

Kulit binatang telah lama digunakan dalam pengobatan luka bakar di seluruh dunia, tetapi di Brasil tiga bank pengobatan kulit mereka hanya memenuhi satu persen dari permintaan nasional. Untuk mengatasi masalah ini, seorang dokter di kota tepi laut Fortaleza sedang menguji coba penggunaan kulit ikan untuk mengobati luka bakar.
Studi terhadap kulit ikan nila mengungkapkan mengandung kolagen tinggi dan memiliki kadar air yang mirip dengan kulit manusia. Strip kulit yang disterilkan diterapkan pada luka bakar tingkat dua dan tiga dan, tidak seperti perban kasa, benar-benar tetap terpasang. Perawatan dengan ikan nila telah mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan luka.
Lihat Juga :