Twitter Dilaporkan Tunduk pada Elon Musk, Beri Akses Lebih dari 500 Juta Tweet
Jum'at, 10 Juni 2022 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga; Elon Musk Tuduh Twitter Merusak Demokrasi dan Kebebasan Berbicara
Menurut Washington Post, Musk dapat memiliki akses ke informasi ini secepat minggu ini. Konon, eksekutif Twitter meragukan Musk akan menemukan apa pun di database internal yang akan membantunya memperkirakan volume bot spam di platform.
Dalam email ke Android Central, juru bicara Twitter mengulangi pernyataan perusahaan sebelumnya, mengatakan "akan terus bekerja sama berbagi informasi dengan Mr Musk untuk menyelesaikan transaksi sesuai dengan ketentuan perjanjian merger." Namun, tidak langsung menanggapi laporan The Washington Post.
“Kami percaya perjanjian ini adalah untuk kepentingan terbaik semua pemegang saham. Kami bermaksud untuk menutup transaksi dan menegakkan perjanjian merger dengan harga dan persyaratan yang disepakati,” tambah Twitter.
Bulan lalu, CEO Twitter Parag Agrawal mengatakan dalam sebuah tweet bahwa tidak mungkin untuk mengetahui akun mana yang dihitung sebagai mDAU (pengguna aktif harian yang dapat dimonetisasi) pada hari tertentu. Musk menanggapi dan mengatakan informasi ini sangat penting bagi kesehatan keuangan perusahaan.
Menurut Washington Post, Musk dapat memiliki akses ke informasi ini secepat minggu ini. Konon, eksekutif Twitter meragukan Musk akan menemukan apa pun di database internal yang akan membantunya memperkirakan volume bot spam di platform.
Dalam email ke Android Central, juru bicara Twitter mengulangi pernyataan perusahaan sebelumnya, mengatakan "akan terus bekerja sama berbagi informasi dengan Mr Musk untuk menyelesaikan transaksi sesuai dengan ketentuan perjanjian merger." Namun, tidak langsung menanggapi laporan The Washington Post.
“Kami percaya perjanjian ini adalah untuk kepentingan terbaik semua pemegang saham. Kami bermaksud untuk menutup transaksi dan menegakkan perjanjian merger dengan harga dan persyaratan yang disepakati,” tambah Twitter.
Bulan lalu, CEO Twitter Parag Agrawal mengatakan dalam sebuah tweet bahwa tidak mungkin untuk mengetahui akun mana yang dihitung sebagai mDAU (pengguna aktif harian yang dapat dimonetisasi) pada hari tertentu. Musk menanggapi dan mengatakan informasi ini sangat penting bagi kesehatan keuangan perusahaan.
(wib)
Lihat Juga :