Terpisah 1.200 Tahun, Potongan Pedang Viking Berhias Emas Bersatu Kembali
Kamis, 09 Juni 2022 - 23:30 WIB
loading...
Setelah terpisah 1.200 tahun, dua potong pedang Viking yang langka berornamen hiasan emas dan perak disatukan kembali Foto/LiveScience/Museum Stavanger
A
A
A
OSLO - Setelah terpisah 1.200 tahun, dua potong pedang Viking yang langka berornamen hiasan emas dan perak disatukan kembali seperti puzzel. Potongan-potongan pedang itu ditemukan setahun terpisah oleh pemburu harta karun amatir di Norwegia.
Temuan pertama terjadi tahun lalu, ketika seorang detektor logam di Stavanger, di sepanjang pantai barat Norwegia, menemukan sepotong logam kecil yang aneh saat mengaduk-aduk sebuah peternakan. Pria itu menyerahkan fragmen itu ke museum arkeologi lokal dan tidak yakin apa itu.
Sampai pada musim semi ini, ketika temannya dan sesama detektor logam menemukan sisa artefak di dekatnya. Kedua bongkahan kecil logam itu ternyata adalah bagian dari pedang besar Zaman Viking.
Baca juga; Penemuan Pedang Berkarat dalam Biara, Melengkung Seperti Senjata Bajak Laut
“Pedang itu adalah jenis yang langka, dikenal dari Skandinavia tetapi juga ditemukan di Eropa Barat (di daerah yang sekarang dikenal sebagai Prancis, Inggris dan Irlandia) dan Eropa Timur, misalnya Hongaria,” kata Ann Zanette Glorstad, arkeolog di Universitas Oslo di Norwegia, kepada Live Science dikutip SINDOnews, Kamis (9/6/2022).
Temuan pertama terjadi tahun lalu, ketika seorang detektor logam di Stavanger, di sepanjang pantai barat Norwegia, menemukan sepotong logam kecil yang aneh saat mengaduk-aduk sebuah peternakan. Pria itu menyerahkan fragmen itu ke museum arkeologi lokal dan tidak yakin apa itu.
Sampai pada musim semi ini, ketika temannya dan sesama detektor logam menemukan sisa artefak di dekatnya. Kedua bongkahan kecil logam itu ternyata adalah bagian dari pedang besar Zaman Viking.
Baca juga; Penemuan Pedang Berkarat dalam Biara, Melengkung Seperti Senjata Bajak Laut
“Pedang itu adalah jenis yang langka, dikenal dari Skandinavia tetapi juga ditemukan di Eropa Barat (di daerah yang sekarang dikenal sebagai Prancis, Inggris dan Irlandia) dan Eropa Timur, misalnya Hongaria,” kata Ann Zanette Glorstad, arkeolog di Universitas Oslo di Norwegia, kepada Live Science dikutip SINDOnews, Kamis (9/6/2022).
Lihat Juga :