Berbasis Sains, Watson Mempercepat Target untuk Melawan Perubahan Iklim

Jum'at, 03 Juni 2022 - 06:44 WIB
loading...
A A A
Dengan kemajuan yang signifikan, sekarang A.S. Watson mengumumkan target pengurangan emisi baru, terdiri dari:

Pertama, mengurangi emisi GRK scope 1 dan 2 sebesar 50% pada tahun 2030 dari titik mula 2015. Kedua, mengurangi emisi GRK scope 3 dari pembelian barang dan jasa, transportasi hulu dan distribusi sebesar 58% dari nilai tambah ekonomi per dollar pada tahun 2030 dari titik awal di tahun 2018.

Dan yang terakhir, menjanjikan bahwa 33% pemasoknya berdasarkan emisi yang mencakup pembelian barang dan jasa yang dibeli, transportasi hulu dan distribusi akan memiliki target berbasis sains (SBT) pada tahun 2027.

''Di A.S. Watson, melakukan hal yang benar bagi pelanggan kami dan bumi ini di hari ini dan esok, adalah tujuan kami. Sustainability adalah perlombaan dengan banyak rintangan. Dibutuhkan tekad dan ketekunan untuk melewati rintangan tersebut. Kita tidak bisa melakukannya sendiri. Kami percaya kerjasama dengan bisnis partner dan pelanggan, kami dapat membuat dampak yang lebih besar bersama-sama.” tutur Malina Ngai, Group Chief Operating Officer A.S. Watson dan CEO A.S. Watson (Asia dan Eropa) dalam keterangan persnya baru-baru ini.

Malina Ngai, menjelaskan earget pengurangan emisi GRK yang baru ini adalah bukti komitmen untuk mempercepat upaya keberlanjutan dalam membangun dunia yang lebih baik bagi semua.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hewan Semakin Menderita...
Hewan Semakin Menderita seperti Manusia Akibat Degradasi Lingkungan
Gelombang Panas Ekstrem...
Gelombang Panas Ekstrem Picu Darurat Iklim Global
Pendidikan Iklim Sejak...
Pendidikan Iklim Sejak Dini: Italia Wajibkan, Indonesia Baru Punya Oase di Semarang
Panas Ekstrem di Indonesia...
Panas Ekstrem di Indonesia Bakal Berlangsung Lebih Lama
Kondisi Arktik pada...
Kondisi Arktik pada Tahun 2100 Diklaim Jadi Awal Mula Kiamat
Sulap Gurun menjadi...
Sulap Gurun menjadi Gedung Pencakar Langit, PBB Vonis Arab Saudi Mempercepat Kiamat
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Pakar ITB Soroti Tantangan...
Pakar ITB Soroti Tantangan Sistem Kelistrikan dalam Menghadapi Perubahan Iklim
Pramono Jadi Wakil Ketua...
Pramono Jadi Wakil Ketua C40 Cities, Fahira Idris: Dunia Akui Peran Strategis Jakarta
Rekomendasi
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Kalahkan Ana/Trias, Rachel/Febi ke Semifinal
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved