Reruntuhan Kota Tua Muncul dari Dasar Sungai Tigris, Ditemukan Struktur Istana dan Artefak Berharga
Senin, 30 Mei 2022 - 22:31 WIB
loading...
Reruntuhan bangunan kota tua berusia 3.400 tahun tiba-tiba muncul dari dasar sungai Tigris di Mosul, Irak. Foto/Phys/University of Tubigen
A
A
A
BAGHDAD - Reruntuhan bangunan kota tua berusia 3.400 tahun tiba-tiba muncul dari dasar sungai Tigris di Mosul, Irak . Tim arkeolog Jerman dan Kurdi menemukan bangunan istana Kekaisaran Mittani dan sejumlah artefak berharga.
Permukiman kota kuno ini muncul dari dasar sungai Tigris setelah permukaan airnya menyusut akibat kekeringan esktrem di Irak dan membuat waduk Mosul kering. Kota yang luas dengan istana dan beberapa bangunan besar bisa jadi dikenal dengan Zakhiku kuno, sebagai pusat penting di Kekaisaran Mittani (1550-1350 SM).
Munculnya kembali kota Zaman Perunggu yang telah tenggelam beberapa dekade mengundang para peneliti dan arkeologi langsung melakukan survei. Penemuan kota kuno ini terletak di Kemune di Wilayah Kurdistan Irak.
Baca juga; Sungai Efrat dan Tigris Mengering Akibat Perubahan Iklim dan Ketegangan Politik
Peristiwa tak terduga ini membuat para arkeolog untuk segera mendokumentasikan dan meneliti berbagai artefak yang ditemukan. Sebab, jika permukaan air sungai naik kembali akan membuat proses penelitian menjadi lebih sulit.
Permukiman kota kuno ini muncul dari dasar sungai Tigris setelah permukaan airnya menyusut akibat kekeringan esktrem di Irak dan membuat waduk Mosul kering. Kota yang luas dengan istana dan beberapa bangunan besar bisa jadi dikenal dengan Zakhiku kuno, sebagai pusat penting di Kekaisaran Mittani (1550-1350 SM).
Munculnya kembali kota Zaman Perunggu yang telah tenggelam beberapa dekade mengundang para peneliti dan arkeologi langsung melakukan survei. Penemuan kota kuno ini terletak di Kemune di Wilayah Kurdistan Irak.
Baca juga; Sungai Efrat dan Tigris Mengering Akibat Perubahan Iklim dan Ketegangan Politik
Peristiwa tak terduga ini membuat para arkeolog untuk segera mendokumentasikan dan meneliti berbagai artefak yang ditemukan. Sebab, jika permukaan air sungai naik kembali akan membuat proses penelitian menjadi lebih sulit.
Lihat Juga :