Cegah Kejahatan Siber di Indonesia, Kominfo Gandeng Raksasa Teknologi Amerika
Kamis, 26 Mei 2022 - 16:26 WIB
loading...
Kominfo menjajaki kolaborasi dengan perusahaan raksasa Cisco asal Amerika. Foto: dok Kominfo
A
A
A
JAKARTA - Kejahatan siber jadi isu prioritas rangkaian pertemuan Digital Economy Working Group (DEWG) dalam Presidensi G20 Indonesia 2022 di Davos, Swiss.
Menkominfo Johnny G. Plate mengatakan, dalam isu prioritas tersebut, tata kelola dan manajemen untuk mengatasi kejahatan siber atau cyber crime atau kejahatan siber menjadi substansi pembahasan yang sangat penting.
”Salah satu isu prioritas dari DEWG G20 adalah Cross Border Data Flow and Free Flow with Trust sebagai isu ketiga, disamping isu Connectivity and Post-Covid Recovery serta Digital Literacy and Digital Talent,” ujarnya.
Menurut Menteri Johnny, dalam isu prioritas ketiga DEWG itu, salah satu aspek yang diangkat adalah perlindungan data.”Perlindungan data ini luas, tidak hanya data pribadi. Ada data geospasial atau data-data strategis, jadi tata kelola data yang memadai,” jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa persoalan cyber crime di Indonesia sangat luas, sehingga perlu teknologi cyber security untuk menjaga ruang digital kita agar tetap bersih. ”Kita tahu, di Indonesia banyak sekali ilegal fintech, kebocoran-kebocoran data, hingga hoaks,” paparnya.
Menkominfo Johnny G. Plate mengatakan, dalam isu prioritas tersebut, tata kelola dan manajemen untuk mengatasi kejahatan siber atau cyber crime atau kejahatan siber menjadi substansi pembahasan yang sangat penting.
”Salah satu isu prioritas dari DEWG G20 adalah Cross Border Data Flow and Free Flow with Trust sebagai isu ketiga, disamping isu Connectivity and Post-Covid Recovery serta Digital Literacy and Digital Talent,” ujarnya.
Menurut Menteri Johnny, dalam isu prioritas ketiga DEWG itu, salah satu aspek yang diangkat adalah perlindungan data.”Perlindungan data ini luas, tidak hanya data pribadi. Ada data geospasial atau data-data strategis, jadi tata kelola data yang memadai,” jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa persoalan cyber crime di Indonesia sangat luas, sehingga perlu teknologi cyber security untuk menjaga ruang digital kita agar tetap bersih. ”Kita tahu, di Indonesia banyak sekali ilegal fintech, kebocoran-kebocoran data, hingga hoaks,” paparnya.
Lihat Juga :