Mengenal 7 Firaun yang Paling Terkenal dan Berpengaruh dalam Sejarah Mesir
Rabu, 18 Mei 2022 - 15:59 WIB
loading...
A
A
A
3. Hatshepsut
![Mengenal 7 Firaun yang Paling Terkenal dan Berpengaruh dalam Sejarah Mesir]()
Hatshepsut menjadi salah satu wanita yang mengambil peran sebagai Firaun. Awalnya dia adalah istri dari Thutmose II. Saat suaminya meninggal, anaknya yang seharusnya menjadi pewaris baru berusia dua tahun. Hal ini membuatnya mengambil peran Firaun dan menjalankan pemerintahan.
Dalam kepemimpinannya, Hatshepsut berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Salah satu hasilnya adalah membangun ulang rute perdagangan penting serta menjadi pengawas periode perdamaian yang cukup panjang.
Baca juga; Firaun Mesir Seqenenre Taa II Dieksekusi dengan Kejam di Medan Perang
4. Thutmose III
![Mengenal 7 Firaun yang Paling Terkenal dan Berpengaruh dalam Sejarah Mesir]()
Thutmose III adalah anak dari Hatshepsut. Dia mengambil alih kekuasaan saat ibunya meninggal pada tahun 1458 SM. Setelahnya, dia mulai memerintah hingga 1425 SM.
Dalam tugasnya sebagai Firaun, dia mendapat reputasi sebagai seorang jenius militer. Terkadang, bahkan Egyptologist menyebutnya sebagai Napoleon dari Mesir. Thutmose III tidak pernah kalah dalam pertempuran dan eksploitasi militernya menjadikan dirinya banyak mendapat hormat dari rakyatnya.
Baca juga; Firaun Ramses II Ternyata Miliki Paspor Mesir Setelah 3.000 Tahun Kematiannya
5. Akhenaten
![Mengenal 7 Firaun yang Paling Terkenal dan Berpengaruh dalam Sejarah Mesir]()
Putra Amenhotep III ini awalnya bernama Amenhotep IV. Namun, dia mengubah namanya menjadi Akhenaten sesuai keyakinan monoteistik radikalnya. Arti nama barunya ini adalah ‘ Dia yang melayani Aten (Dewa Matahari) ’.
Keyakinan agama Akhenaten ini membuatnya memindahkan ibukota mesir dari Thebes ke Amarna dan menamakannya Akhetaten atau Horizon of Aten. Istrinya yang bernama Nefertiti turut memainkan peran penting dalam revolusi agama suaminya.

Hatshepsut menjadi salah satu wanita yang mengambil peran sebagai Firaun. Awalnya dia adalah istri dari Thutmose II. Saat suaminya meninggal, anaknya yang seharusnya menjadi pewaris baru berusia dua tahun. Hal ini membuatnya mengambil peran Firaun dan menjalankan pemerintahan.
Dalam kepemimpinannya, Hatshepsut berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Salah satu hasilnya adalah membangun ulang rute perdagangan penting serta menjadi pengawas periode perdamaian yang cukup panjang.
Baca juga; Firaun Mesir Seqenenre Taa II Dieksekusi dengan Kejam di Medan Perang
4. Thutmose III

Thutmose III adalah anak dari Hatshepsut. Dia mengambil alih kekuasaan saat ibunya meninggal pada tahun 1458 SM. Setelahnya, dia mulai memerintah hingga 1425 SM.
Dalam tugasnya sebagai Firaun, dia mendapat reputasi sebagai seorang jenius militer. Terkadang, bahkan Egyptologist menyebutnya sebagai Napoleon dari Mesir. Thutmose III tidak pernah kalah dalam pertempuran dan eksploitasi militernya menjadikan dirinya banyak mendapat hormat dari rakyatnya.
Baca juga; Firaun Ramses II Ternyata Miliki Paspor Mesir Setelah 3.000 Tahun Kematiannya
5. Akhenaten

Putra Amenhotep III ini awalnya bernama Amenhotep IV. Namun, dia mengubah namanya menjadi Akhenaten sesuai keyakinan monoteistik radikalnya. Arti nama barunya ini adalah ‘ Dia yang melayani Aten (Dewa Matahari) ’.
Keyakinan agama Akhenaten ini membuatnya memindahkan ibukota mesir dari Thebes ke Amarna dan menamakannya Akhetaten atau Horizon of Aten. Istrinya yang bernama Nefertiti turut memainkan peran penting dalam revolusi agama suaminya.
Lihat Juga :