Begini Cara Kerja Pesawat Luar Angkasa Bertenaga Nuklir, Dirancang Mampu Jelajahi Bulan dan Mars

Rabu, 11 Mei 2022 - 18:55 WIB
loading...
Begini Cara Kerja Pesawat...
Roket termal nuklir, seperti yang ada dalam rendering artistik ini, dapat mengurangi separuh waktu yang dibutuhkan untuk misi Mars. Foto/NASA/Space.com
A A A
CALIFORNIA - Militer Amerika Serikat (AS) semakin serius mewujudkan pesawat ruang angkasa atau roket bertenaga nuklir . Melalui Program Demonstration Rocket for Agile Cislunar Operations (DRACO) militer AS ingin mengembangkan sistem propulsi termal nuklir (NTP) pada roket untuk mejelajahi Bumi-bulan, bahkan sampai planet Mars.

Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) sebagai kepanjangan tangan militer AS sedang mencari proposal untuk fase kedua dan ketiga dari sebuah proyek untuk merancang, mengembangkan, dan merakit, mesin roket termal nuklir untuk demonstrasi penerbangan yang diharapkan di orbit Bumi pada tahun 2026.

“Kemampuan pendorong ini akan memungkinkan Amerika Serikat untuk meningkatkan kemampuan di luar angkasa dan untuk memperluas kemungkinan misi luar angkasa manusia jangka panjang NASA,” kata pejabat DARPA dalam sebuah pernyataan dikutip SINDOnews dari laman Space.com, Rabu (11/5/2022).

Baca juga; AS Mulai Kembangkan Pesawat Ruang Angkasa Bertenaga Nuklir

Proposal tersebut akan mendukung program DRACO, untuk mengembangkan sistem propulsi termal nuklir (NTP) yang akan digunakan untuk menjelajahi ruang angkasa antara Bumi-bulan. DRACO adalah bagian dari dorongan militer AS yang lebih besar untuk mengawasi ruang cislunar (Bumi-bulan) karena aktivitas pemerintah dan komersial meningkat di sektor ini dalam dekade mendatang.

Sistem NTP bekerja dengan menggunakan reaktor fisi. Reaktor memanaskan hidrogen atau propelan lain ke suhu yang sangat tinggi, kemudian mengeluarkan gas super panas dari nozel untuk menciptakan daya dorong.

Dibandingkan dengan sistem propulsi listrik, NTP memiliki rasio dorong-terhadap-berat sekitar 10.000 kali lebih tinggi. “Dan dibandingkan dengan roket kimia tradisional, efisiensi propulsi (atau impuls spesifik) NTP kira-kira dua hingga lima kali lebih tinggi,” tulis pejabat DARPA dalam deskripsi program DRACO.

Baca juga; Persingkat Perjalanan ke Mars, NASA Lirik Teknologi Nuklir untuk Roket Antariksa

Fase 1 untuk Draco termasuk penghargaan pada April 2021 untuk General Atomics, Blue Origin dan Lockheed Martin. Fase ini dijadwalkan berlangsung selama 18 bulan di dua jalur independen.
Begini Cara Kerja Pesawat Luar Angkasa Bertenaga Nuklir, Dirancang Mampu Jelajahi Bulan dan Mars


Track A, untuk General Atomics, termasuk desain awal reaktor propulsi termal nuklir, bersama dengan subsistem propulsi. Track B, dikejar oleh Blue Origin dan Lockheed Martin secara independen, dengan tujuan menciptakan "konsep pesawat ruang angkasa sistem operasional" untuk memenuhi tujuan misi masa depan, termasuk sistem demonstrasi.

Pada bulan September 2020, DARPA juga memberikan perintah tugas senilai USD14 juta untuk DRACO kepada Gryphon Technologies, sebuah perusahaan di Washington DC yang menyediakan solusi teknik dan teknis untuk organisasi keamanan nasional.

NASA juga tertarik pada propulsi termal nuklir, karena potensinya untuk mendapatkan misi ke Mars. Propulsi termal nuklir diperkirakan mampu memangkas setengah perjalanan ke Mars sekitar 6-9 bulan jika menggunakan sistem propulsi kimia.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
Donald Trump Minta Pentagon...
Donald Trump Minta Pentagon Buka Semua Data Soal UFO dan Alien
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Rekomendasi
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Berita Terkini
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Infografis
Pesawat Ruang Angkasa...
Pesawat Ruang Angkasa Hakuto-R Bersiap Mendarat di Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved