Gerhana Matahari di Indonesia 37 Tahun Lalu Sangat Mencekam

Minggu, 21 Juni 2020 - 00:17 WIB
loading...
A A A
Rumah-rumah warga, terutama bagian lubang angin, hewan ternak peliharaan seperti sapi, kerbau, dan kambing serta burung peliharaan perkutut diminta untuk disembunyikan. Lubang angin rumah harus disumbat. Sapi atau hewan terbnak lainnya matanya harus ditutup kain saat di kandang. Sedangkan burung perkutut harus disembunyikan di bawah kolong tempat tidur.

Bahkan, Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Sardjito Yogyakarta juga menyiapkan Tim Satgasus (Satuan Tugas Khusus) untuk menangani korban akibat melihat langsung GMT.
Hanya di televisi

Puncak totalitas gerhana berlangsung cukup lama, hampir 7 menit. Kala itu fenomena terjadi pada tengah hari bolong, yaitu sekitar pukul 12 siang. Bagaimana tidak heboh, seharusnya terik, tapi secara alami berubah menjadi seperti malam, kata orang-orang. Peristiwa ini bisa dikatakan menjadi awal mula anggapan Gerhana Matahari sifatnya "membahayakan" muncul.

Saat GMT berlangsung, warga hanya boleh melihat dari siaran televisi, yang saat itu masih televisi hitam putih. Padahal, Gerhana Matahari Total 1983 itu menjadi perhatian dunia internasional terutama para ahli dari luar negeri yang banyak berdatangan ke Indonesia.

Fenomena heboh Gerhana Matahari Total 1983 disiarkan langsung di TVRI -- stasiun televisi satu-satunya di Indonesia kala itu. Tayangan ala jadul tersebut pun menjadi saksi terkait FENOMENA alam langka.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
AI Bisa Memperpanjang...
AI Bisa Memperpanjang Masa Pakai Baterai Kendaraan Listrik
Rekomendasi
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Jadi Ibu Baru, Amanda...
Jadi Ibu Baru, Amanda Manopo Tulis Pesan Menyentuh dan Berterima Kasih untuk Fans
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Berita Terkini
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Mantap! Telkom Bagikan...
Mantap! Telkom Bagikan Dividen Saham Rp21,9 Triliun dari Hasil Buku 2025
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved