Huawei dan BSSN Perkuat Pemahaman Keamanan Siber Aparat Negara
Sabtu, 20 Juni 2020 - 20:24 WIB
loading...
A
A
A
Terdapat laporan yang menyebutkan bahwa selama tahun 2018, lebih dari 200 juta upaya serangan siber dilancarkan mengarah ke Indonesia. “Kolaborasi ini merupakan wujud komitmen kami dalam meningkatkan kapasitas dalam membangun kesadaran bersama dalam membangun keamanan siber yang kokoh serta bentuk upaya pencegahan bagi seluruh sektor dan elemen di tengah makin terkoneksinya kehidupan saat ini,” kata Yang Donghai, VP Delivery and Services Huawei Indonesia.
Huawei, kata Yang, selalu menempatkan keamanan siber dan perlindungan privasi sebagai hal paling utama dalam setiap komitmen mereka. “Kami terus fokus dalam menghadirkan kebijakan yang customer-centric, sebagai bentuk keseriusan kami dalam menjamin berlangsungnya operasional jaringan yang kokoh dan stabil, serta mendukung kontinuitas bisnis, bahkan dalam situasi paling ekstrim sekalipun,” ujarnya.
Di sisi lain, kehadiran teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI) saat ini tidak bisa dimungkiri lagi. Di masa depan, teknologi AI akan hadir di setiap lini dan membawa risiko yang signifikan di bidang keamanan komputasi.
Di sisi lain, ungkap Yang, AI juga dapat dimanfaatkan sebagai peranti yang esensial dalam membangun sistem pertahanan siber. Mulai dari pengembangan sistem deteksi dini malware, hingga mengantisipasi setiap serangan yang dibidikan ke jaringan komputasi.
Perannya signifikan dalam memperkokoh strategi keamanan siber, serta meningkatkan skala respons terhadap ancaman keamanan. Ini dapat terwujud berkat kapabilitasnya yang mampu menganalisis, mengobservasi, hingga mendeteksi adanya indikasi kejanggalan di jaringan secara cerdas.
Huawei, kata Yang, selalu menempatkan keamanan siber dan perlindungan privasi sebagai hal paling utama dalam setiap komitmen mereka. “Kami terus fokus dalam menghadirkan kebijakan yang customer-centric, sebagai bentuk keseriusan kami dalam menjamin berlangsungnya operasional jaringan yang kokoh dan stabil, serta mendukung kontinuitas bisnis, bahkan dalam situasi paling ekstrim sekalipun,” ujarnya.
Di sisi lain, kehadiran teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI) saat ini tidak bisa dimungkiri lagi. Di masa depan, teknologi AI akan hadir di setiap lini dan membawa risiko yang signifikan di bidang keamanan komputasi.
Di sisi lain, ungkap Yang, AI juga dapat dimanfaatkan sebagai peranti yang esensial dalam membangun sistem pertahanan siber. Mulai dari pengembangan sistem deteksi dini malware, hingga mengantisipasi setiap serangan yang dibidikan ke jaringan komputasi.
Perannya signifikan dalam memperkokoh strategi keamanan siber, serta meningkatkan skala respons terhadap ancaman keamanan. Ini dapat terwujud berkat kapabilitasnya yang mampu menganalisis, mengobservasi, hingga mendeteksi adanya indikasi kejanggalan di jaringan secara cerdas.
Lihat Juga :