Ilmuwan Kanada Sebut Nenek Moyang Manusia Purba Berasal dari Flores Indonesia
Selasa, 26 April 2022 - 14:33 WIB
loading...
A
A
A
Dia menulis tentang kisah-kisah ini dalam penelitiannya sampai tahun 2003, ketika Homo floresiensis ditemukan. Saat itulah, dia mengatakan kepada Live Science, bahwa dia membuat koneksi.
"Saya mendengar tentang makhluk mirip manusia kecil yang serupa di wilayah bernama Lio, yang dikatakan masih hidup, dan orang-orang memberi penjelasan tentang seperti apa rupa mereka," kata Forth.
Dalam salah satu kutipan dari buku barunya, "Between Ape and Human: An Anthropologist on the Trail of a Hidden Hominoid," (Pegasus Books, 2022), Forth menggambarkan sebuah wawancara dengan seorang pria yang mengatakan bahwa dia membuang mayat makhluk yang tidak mungkin monyet tapi itu juga bukan manusia.
Dengan rambut lurus berwarna terang di tubuhnya, hidung yang berbentuk bagus, dan sebuah rintisan ekor. Selama bertahun-tahun, Forth mengumpulkan 30 laporan saksi mata tentang makhluk serupa yang, disebutnya, sesuai dengan deskripsi Homo floresiensis.
![Ilmuwan Kanada Sebut Nenek Moyang Manusia Purba Berasal dari Flores Indonesia]()
Forth berpendapat, kisah "manusia kera" di Flores ini berbeda dengan kisah Bigfoot di Pacific Northwest, karena tidak pernah ada kera non-manusia di Amerika Utara. Tapi di Flores, katanya, pasti ada Homo floresiensis.
Baca juga; Selera Tinggi Manusia Purba akan Makanan Lezat Memicu Evolusi
Mark Collard, antropolog evolusioner di Simon Fraser University di Kanada meragukan pendapat Forth karena ada banyak laporan saksi mata tentang makhluk samar di seluruh dunia, seperti Sasquatch di Pacific Northwest dan British Columbia. Apalagi banyak orang mahir dalam menceritakan dan mempercayai cerita untuk menjadi pusat perhatian orang.
"Saya mendengar tentang makhluk mirip manusia kecil yang serupa di wilayah bernama Lio, yang dikatakan masih hidup, dan orang-orang memberi penjelasan tentang seperti apa rupa mereka," kata Forth.
Dalam salah satu kutipan dari buku barunya, "Between Ape and Human: An Anthropologist on the Trail of a Hidden Hominoid," (Pegasus Books, 2022), Forth menggambarkan sebuah wawancara dengan seorang pria yang mengatakan bahwa dia membuang mayat makhluk yang tidak mungkin monyet tapi itu juga bukan manusia.
Dengan rambut lurus berwarna terang di tubuhnya, hidung yang berbentuk bagus, dan sebuah rintisan ekor. Selama bertahun-tahun, Forth mengumpulkan 30 laporan saksi mata tentang makhluk serupa yang, disebutnya, sesuai dengan deskripsi Homo floresiensis.

Forth berpendapat, kisah "manusia kera" di Flores ini berbeda dengan kisah Bigfoot di Pacific Northwest, karena tidak pernah ada kera non-manusia di Amerika Utara. Tapi di Flores, katanya, pasti ada Homo floresiensis.
Baca juga; Selera Tinggi Manusia Purba akan Makanan Lezat Memicu Evolusi
Mark Collard, antropolog evolusioner di Simon Fraser University di Kanada meragukan pendapat Forth karena ada banyak laporan saksi mata tentang makhluk samar di seluruh dunia, seperti Sasquatch di Pacific Northwest dan British Columbia. Apalagi banyak orang mahir dalam menceritakan dan mempercayai cerita untuk menjadi pusat perhatian orang.
Lihat Juga :