Dokumen USSC Terungkap, Meteor Antar Bintang Pernah Meledak di Langit Papua

Selasa, 12 April 2022 - 22:05 WIB
loading...
Dokumen USSC Terungkap,...
Setelah disimpan selama 8 tahun, dokumen Komando Luar Angkasa AS (USSC) yang menyimpan data soal meteor antar bintang meledak di langit Papua Nugini terungkap. Foto/dok
A A A
JAKARTA - Setelah disimpan selama 8 tahun, dokumen Komando Luar Angkasa AS (USSC) yang menyimpan data soal meteor antar bintang meledak di langit Papua Nugini terungkap.

Dilansir Live Science, Selasa (12/4/2022) meteor sebesar 0,45 meter ini menghantam atmosfer bumi pada 8 Januari 2014 dengan kecepatan hingga 210.000 kilometer per jam. Objek luar angkasa ini diperkirakan merupakan objek dari luar tata surya Bima Sakti.

Menurut ilmuwan USSC, meteor ini melesat di ruang angkasa dengan kecepatan lebih dari 210.000 km per jam. Kecepatan ini jauh melebihi rata-rata kecepatan meteor yang mengorbit di dalam tata surya kita.

BACA : Mengerikan! Ini yang Terjadi Jika Asteroid Besar Menabrak Bumi

Studi tahun 2019 berpendapat bahwa kecepatan meteor kecil itu membuktikan dengan kepastian 99% bahwa objek itu berasal jauh di luar tata surya kita. "Mungkin dari bagian dalam sistem planet atau bintang di cakram galaksi Bima Sakti," tulis para peneliti.

Meskipun hampir pasti, makalah tersebut tidak pernah ditinjau atau diterbitkan dalam jurnal ilmiah. Karena beberapa data yang diperlukan untuk memverifikasi perhitungan mereka ditutup rapat-rapat pemerintah AS.

Sekarang, para ilmuwan USSC telah secara resmi mengkonfirmasi temuan tim tersebut. Dalam memo tertanggal 1 Maret 2022 dan dibagikan di Twitter pada 6 April 2022.

BACA JUGA : Cara Mengubah Suara Google Maps, Gampang Banget!

Letnan Jenderal John E. Shaw, wakil komandan USSC, menulis bahwa analisis bola api 2019 cukup akurat untuk mengonfirmasi lintasan objek antarbintang.

"Konfirmasi ini secara surut menjadikan meteor 2014 sebagai objek antarbintang pertama yang pernah terdeteksi di tata surya kita," tambah memo itu.

Amir Siraj, astrofisikawan teoretis di Universitas Harvard dan penulis utama makalah 2019, mengatakan kepada Vice bahwa dia masih berniat untuk menerbitkan studi asli.

"Agar komunitas ilmiah dapat melanjutkan studi ini karena meteorit itu meledak di atas Samudra Pasifik Selatan, ada kemungkinan pecahan benda itu mendarat di air dan belum ditemukan," tambahnya.

BACA JUGA : Inilah 5 Motor Honda terlaris di IIMS

Namun Siraj mengatakan kalau untuk menemukan sisa-sisa meteorit tersebut nampaknya mustahil. Tapi Siraj sudah berkonsultasi dengan para ahli tentang ekspedisi untuk menemukan sisa meteorit tersebut.

"Cukup menarik jika bisa mendapatkan bagian dari materi antarbintang untuk diteliti," kata Siraj kepada Vice.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Karena Alasan Ini, Batu...
Karena Alasan Ini, Batu dari Mars di Afrika Diselidiki
Asteroid 2024 YR4 Diklaim...
Asteroid 2024 YR4 Diklaim Akan Menabrak Bulan
NASA Umumkan Baru Saja...
NASA Umumkan Baru Saja Selamatkan Bumi dari Kehancuran
NASA Kurangi Risiko...
NASA Kurangi Risiko Ancaman Asteroid Berbahaya Menjadi 0,28 Persen
Tidak Mau Kalah dari...
Tidak Mau Kalah dari NASA, China Siap Selamatkan Bumi dari Ancaman Astroid
NASA Siap Pasukan untuk...
NASA Siap Pasukan untuk Selamatkan Bumi dari Serangan asteroid
Jadi Senjata Canggih...
Jadi Senjata Canggih Baru Indonesia, Ini Kehebatan Rudal Meteor
Meteor Cirebon Jadi...
Meteor Cirebon Jadi Alarm Bahaya, Fisikawan IPB Ungkap Ancaman Asteroid hingga Badai Matahari
Batu Mars Terbesar di...
Batu Mars Terbesar di Dunia Terjual Seharga Rp88 Miliar di Pelelangan
Rekomendasi
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Resmi Dirilis, Simak Tips Jitu Raih Nilai Tertinggi
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
Berita Terkini
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Infografis
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved