6 Hewan yang Jarang Minum dan Mampu Bertahan Hidup Tanpa Air
Minggu, 10 April 2022 - 20:41 WIB
loading...
Beberapa hewan berhasil bertahan hidup di tempat paling kering di planet Bumi meskipun hampir tidak mendapatkan air sama sekali. Foto/Defenders of Wildlife
A
A
A
BEBERAPA hewan berhasil bertahan hidup di tempat paling kering di planet Bumi meskipun hampir tidak mendapatkan air sama sekali. Berkat adaptasi yang cerdas membuat mereka sangat hemat air dan terhindar dari hidrasi.
Padahal hidup di daerah yang paling kering dan jarang minum sangat berisiko besar terhadap kematian. Berikut 6 hewan yang mampu bertahan hidup meskipun jarang minum di daerah yang tandus dikutip dari laman popsci, Minggu (10/4/2022);
1. Kura-kura Darat
![6 Hewan yang Jarang Minum dan Mampu Bertahan Hidup Tanpa Air]()
Di gurun Mojave dan Sonora, beberapa spesies kura-kura bertahan hidup di lingkungan yang gersang dan tandus. Reptil yang panjangnya hanya sekitar 12 inci bertahan hidup dengan meminum air seninya sendiri.
Kandung kemih kura-kura darat membesar untuk menampung sekitar 16 ons air seni. Kemudian kura-kura nantinya dapat menyerap kembali air dari urinenya untuk bertahan satu tahun atau lebih tanpa minum.
Baca juga; Ini Rahasia Kura-Kura Raksasa Galapagos Bisa Panjang Umur dan Bebas Kanker
2. Tikus Kanguru
![6 Hewan yang Jarang Minum dan Mampu Bertahan Hidup Tanpa Air]()
Tikus kanguru tidak pernah harus minum air dan hanya mendapatkannya dari biji yang dimakannya. Untuk bertahan hidup di iklim kering Amerika Barat, ginjalnya menghasilkan urine yang sangat pekat, dan tidak terengah-engah atau berkeringat. Beberapa spesies bahkan dapat menurunkan tingkat metabolisme mereka sehingga kehilangan lebih sedikit kelembapan melalui pernapasan.
Baca juga; 14 Spesies Tikus Baru Ditemukan di Pulau Sulawesi
3. Kadal Berduri
![6 Hewan yang Jarang Minum dan Mampu Bertahan Hidup Tanpa Air]()
Paku berduri di tubuh kadal Australia ini lebih dari sekadar menangkal pemangsa. Kulit dan duri ini untuk menyerap embun dari udara malam yang sejuk, hujan, genangan air, dan kelembapan lainnya. Alur tipis di kulitnya membantu menjebak air, lalu mengarahkannya ke mulut kadal untuk minum.
Baca juga; Ilmuwan Temukan Spesies Kadal Baru di Peru
4. Katak Penampung Air
![6 Hewan yang Jarang Minum dan Mampu Bertahan Hidup Tanpa Air]()
Selama musim panas dan kering, katak Australia ini mengeluarkan kepompong lendir tahan air yang mencegah uap air keluar dari tubuhnya. Sementara itu, katak berhibernasi di bawah tanah, menunggu musim hujan lagi. Kondisi itu membuat katak bisa bertahan selama dua tahun atau lebih dengan mengandalkan cairan yang disimpan di kandung kemihnya.
Baca juga; Spesies Baru Katak Pohon Andaman Ini Imut dan Menggemaskan
5. Unta
![6 Hewan yang Jarang Minum dan Mampu Bertahan Hidup Tanpa Air]()
Unta sebenarnya tidak menyimpan air di punuknya, jadi mereka harus menghematnya. Pada malam hari, setelah udara Sahara yang dingin mendinginkan rongga hidung unta, kabut dalam napasnya mengembun di dalam hidungnya, kemudian diserap kembali. Saluran hidung ekstra-berliku unta menyimpan hingga 60 persen dari kelembaban yang akan hilang selama pernapasan.
Baca juga; Batu Unta di Arab Saudi Ternyata Lebih Tua dari Piramida dan Stonehenge
6. Kijang Pasir
![6 Hewan yang Jarang Minum dan Mampu Bertahan Hidup Tanpa Air]()
Kijang pasir di Gurun Arab yang terik telah mengembangkan kemampuan aneh untuk mengecilkan organ yang membutuhkan oksigen ketika musim kemarau melanda. Perampingan hati dan hati mereka masing-masing sebesar 20 dan 45 persen, memungkinkan untuk bernapas lebih sedikit. Dengan lebih sedikit napas berarti lebih sedikit air yang hilang karena penguapan pernapasan.
Baca juga; Asal Mula Rusa di Istana Bogor yang Sudah Ada sejak 1814
Padahal hidup di daerah yang paling kering dan jarang minum sangat berisiko besar terhadap kematian. Berikut 6 hewan yang mampu bertahan hidup meskipun jarang minum di daerah yang tandus dikutip dari laman popsci, Minggu (10/4/2022);
1. Kura-kura Darat

Di gurun Mojave dan Sonora, beberapa spesies kura-kura bertahan hidup di lingkungan yang gersang dan tandus. Reptil yang panjangnya hanya sekitar 12 inci bertahan hidup dengan meminum air seninya sendiri.
Kandung kemih kura-kura darat membesar untuk menampung sekitar 16 ons air seni. Kemudian kura-kura nantinya dapat menyerap kembali air dari urinenya untuk bertahan satu tahun atau lebih tanpa minum.
Baca juga; Ini Rahasia Kura-Kura Raksasa Galapagos Bisa Panjang Umur dan Bebas Kanker
2. Tikus Kanguru

Tikus kanguru tidak pernah harus minum air dan hanya mendapatkannya dari biji yang dimakannya. Untuk bertahan hidup di iklim kering Amerika Barat, ginjalnya menghasilkan urine yang sangat pekat, dan tidak terengah-engah atau berkeringat. Beberapa spesies bahkan dapat menurunkan tingkat metabolisme mereka sehingga kehilangan lebih sedikit kelembapan melalui pernapasan.
Baca juga; 14 Spesies Tikus Baru Ditemukan di Pulau Sulawesi
3. Kadal Berduri

Paku berduri di tubuh kadal Australia ini lebih dari sekadar menangkal pemangsa. Kulit dan duri ini untuk menyerap embun dari udara malam yang sejuk, hujan, genangan air, dan kelembapan lainnya. Alur tipis di kulitnya membantu menjebak air, lalu mengarahkannya ke mulut kadal untuk minum.
Baca juga; Ilmuwan Temukan Spesies Kadal Baru di Peru
4. Katak Penampung Air

Selama musim panas dan kering, katak Australia ini mengeluarkan kepompong lendir tahan air yang mencegah uap air keluar dari tubuhnya. Sementara itu, katak berhibernasi di bawah tanah, menunggu musim hujan lagi. Kondisi itu membuat katak bisa bertahan selama dua tahun atau lebih dengan mengandalkan cairan yang disimpan di kandung kemihnya.
Baca juga; Spesies Baru Katak Pohon Andaman Ini Imut dan Menggemaskan
5. Unta

Unta sebenarnya tidak menyimpan air di punuknya, jadi mereka harus menghematnya. Pada malam hari, setelah udara Sahara yang dingin mendinginkan rongga hidung unta, kabut dalam napasnya mengembun di dalam hidungnya, kemudian diserap kembali. Saluran hidung ekstra-berliku unta menyimpan hingga 60 persen dari kelembaban yang akan hilang selama pernapasan.
Baca juga; Batu Unta di Arab Saudi Ternyata Lebih Tua dari Piramida dan Stonehenge
6. Kijang Pasir

Kijang pasir di Gurun Arab yang terik telah mengembangkan kemampuan aneh untuk mengecilkan organ yang membutuhkan oksigen ketika musim kemarau melanda. Perampingan hati dan hati mereka masing-masing sebesar 20 dan 45 persen, memungkinkan untuk bernapas lebih sedikit. Dengan lebih sedikit napas berarti lebih sedikit air yang hilang karena penguapan pernapasan.
Baca juga; Asal Mula Rusa di Istana Bogor yang Sudah Ada sejak 1814
(wib)
Lihat Juga :