Sejarah Bom Nuklir

Senin, 28 Maret 2022 - 18:12 WIB
loading...
Sejarah Bom Nuklir
Bom nuklir merupakan senjata paling berbahaya yang ada di muka Bumi ini. Satu bom nuklir dapat menghancurkan satu kota. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - BOM nuklir merupakan senjata paling berbahaya yang ada di muka Bumi ini. Satu nuklir dapat menghancurkan satu kota.

Melansir un.org, bom nuklir amat berpotensi membahayakan lingkungan, membunuh nyawa hingga kehidupan generasi yang akan datang melalui efek jangka panjang yang ditimbulkan.Nuklir pertama kali dibuat pada Agustus 1942 oleh Amerika Serikat (AS) dalam sebuah proyek yang disebut Manhattan Project.

Proyek Manhattan adalah upaya yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengembangkan bom atom fungsional selama Perang Dunia II. Proyek Manhattan dimulai sebagai tanggapan atas kekhawatiran terhadap para ilmuwan Jerman yang telah mengerjakan senjata menggunakan teknologi nuklir sejak 1930-an.

Baca juga; Pembuatan Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki, Little Boy dan Fat Man Gunakan Bahan Berbeda

Pada 28 Desember 1942, Presiden Franklin D. Roosevelt mengizinkan pembentukan Proyek Manhattan untuk menyatukan berbagai ilmuwan dan pejabat militer yang bekerja pada penelitian nuklir. Sebagian besar pekerjaan di Proyek Manhattan dilakukan di Los Alamos, New Mexico, di bawah arahan fisikawan teoretis J. Robert Oppenheimer.

Percobaan bom nuklir pertama dilakukan di lokasi gurun terpencil dekat Alamogordo, New Mexico pada 16 Juli 1945. Uji coba bom atom ini pun berhasil diledakkan.

Amerika Serikat (AS) menggunakan bom nuklir pertama kalinya ketika mengebom dua kota di Jepang, yaitu Hiroshima dan Nagasaki. Pada 6 Agustus 1945, bom uranium dijatuhkan di Hiroshima. Bom ini diberi nama Little Boy. Little Boy meledak dengan kekuatan sekitar 13 kiloton, meratakan lima mil persegi kota dan membunuh 80.000 orang seketika.

Baca juga; Ini Efek Bom Nuklir yang Diledakkan dalam Laut

Selain itu, puluhan ribu lainnya meninggal karena paparan radiasi. Lalu pada 9 Agustus 1945, bom Fat Man dijatuhkan di Nagasaki. Bom Fat Man ini merupakan bom plutonium. Akibat dijatuhkannya bom Fat Man ini, 40.000 orang tewas.

Pengeboman dua kota di Jepang tersebut dilakukan oleh Amerika Serikat sebagai bentuk pembalasan. Diketahui, pada 7 Desember 1941, Jepang telah menyerang pangkalan laut terbesar Amerika Serikat (AS) di Pearl Harbor, Hawaii.

Pihak Amerika Serikat (AS) pun marah, akhirnya menyerang Jepang. Serangan yang mengakibatkan ratusan ribu orang tewas ini menjadi pemicu berakhirnya Perang Dunia II.

Baca juga; Mengenal Mesin Tokamak Terbesar di Dunia, Penghasil Energi Listrik dari Reaksi Fusi Nuklir

Kemudian pada 1961, Tsar Bomba diuji ledak. Tsar Bomba merupakan bom nuklir yang dikembangkan Uni Soviet di era perang dingin. Mempunyai nama asli RDS-220, bom ini dikenal juga dengan sebutan Big Ivan.

Tsar Bomba dibuat oleh kelompok fisikawan Uni Soviet, salah satunya Andrei Sakharov. Pembuatan Tsar Bomba ini dilakukan untuk menunjukkan kekuatan Uni Soviet kepada Amerika Serikat.

Awalnya Tsar Bomba mempunyai daya ledak mencapai 100 megaton. Namun daya ledak tersebut dikurangi hingga 50 megaton. Mempunyai berat 27 ton dan panjang 8 meter, Tsar Bomba diangkut menggunakan pesawat yang telah dimodifikasi.

Baca juga; Kegunaan Lain dari Teknologi Nuklir, Mulai dari Pembangkit Listrik Sampai Medis

Ketika itu, Andrey Durnovtsev ditugaskan menjadi pilot pesawat tersebut untuk melakukan uji coba. Uji coba dilakukan pada 30 Oktober 1961, sekitar pukul 11.32 waktu Moskow. Akibat dijatuhkannya Tsar Bomba ini, sebuah pulau tak berpenghuni, Severny, sangat terdampak.

Bangunan yang berada di area lebih dari 160 kilometer juga mengalami kerusakan. Selain itu, panas dari ledakan ini menyebabkan luka bakar level tiga.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Rekomendasi
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Berita Terkini
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Motorola Razr Fold Diluncurkan,...
Motorola Razr Fold Diluncurkan, Lipatan Smartphone Tidak Terlihat
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved