Perang Rusia Ukraina Hancurkan Kolaborasi Penelitian Arktik
Senin, 28 Maret 2022 - 16:33 WIB
loading...
Perang Rusia Ukraina telah mengganggu hubungan internasional di seluruh dunia, termasuk kolaborasi penelitian ilmiah tentang Arktik yang telah terjalin puluhan tahun. Foto/The Wire Science
A
A
A
EDMONTON - Perang Rusia Ukraina telah mengganggu hubungan internasional di seluruh dunia, termasuk kolaborasi penelitian ilmiah tentang Arktik yang telah terjalin puluhan tahun. Akibat perang ilmuwan Rusia dilarang melakukan kolaborasi internasional, termasuk survei di laut dan konferensi ilmiah.
Direktur Eksekutif Institut Arktik Amerika Utara Universitas Calgary, Alberta, Amerika Serikat (AS), Maribeth Murray mengatakan, perang telah membawa kekacauan dan ketidakpastian bagi komunitas ilmiah yang membutuhkan kolaborasi internasional. Apalagi Rusia, menguasai 50 persen garis pantai Arktik dunia, adalah mitra kunci dalam ilmu pengetahuan Arktik.
“Kami memiliki sejumlah besar ilmuwan yang datang dari Rusia. Saya tidak bisa menyebutkan bidang di mana mereka tidak terlibat,” kata Murray dikutip SINDOnews dari laman hakaimagazine, Senin (28/3/2022).
Baca juga; Ini Alasan Beruang Kutub Tidak Ditemukan di Antartika
Murray telah merasakan dampak perang pada penelitian Arktik melalui perannya sebagai koordinator untuk Arctic Observing Summit, pertemuan dua tahunan yang diadakan minggu ini di Troms, Norwegia. Pertemuan tersebut menyatukan para ilmuwan internasional untuk berbagi temuan, bertukar ide, dan memandu pengembangan berkelanjutan dari jaringan pengamatan pan-Arktik jangka panjang.
Jaringan ini bertujuan untuk memahami perubahan sistemik di seluruh Kutub Utara dan menginformasikan langkah-langkah adaptasi dan mitigasi yang diperlukan untuk mengatasi perubahan iklim. Namun, KTT tahun ini dan Pekan KTT Sains Arktik yang menjadi bagian lebih luas, sekarang tertutup bagi para ilmuwan dari lembaga dan organisasi Rusia.
Komite Sains Arktik Internasional, yang menjadi tuan rumah acara tersebut, merilis sebuah pernyataan yang menegaskan komitmennya untuk “kerja sama ilmiah yang damai antar negara,” tetapi menyatakan “tidak dapat berjalan seperti biasa” karena perang.
Direktur Eksekutif Institut Arktik Amerika Utara Universitas Calgary, Alberta, Amerika Serikat (AS), Maribeth Murray mengatakan, perang telah membawa kekacauan dan ketidakpastian bagi komunitas ilmiah yang membutuhkan kolaborasi internasional. Apalagi Rusia, menguasai 50 persen garis pantai Arktik dunia, adalah mitra kunci dalam ilmu pengetahuan Arktik.
“Kami memiliki sejumlah besar ilmuwan yang datang dari Rusia. Saya tidak bisa menyebutkan bidang di mana mereka tidak terlibat,” kata Murray dikutip SINDOnews dari laman hakaimagazine, Senin (28/3/2022).
Baca juga; Ini Alasan Beruang Kutub Tidak Ditemukan di Antartika
Murray telah merasakan dampak perang pada penelitian Arktik melalui perannya sebagai koordinator untuk Arctic Observing Summit, pertemuan dua tahunan yang diadakan minggu ini di Troms, Norwegia. Pertemuan tersebut menyatukan para ilmuwan internasional untuk berbagi temuan, bertukar ide, dan memandu pengembangan berkelanjutan dari jaringan pengamatan pan-Arktik jangka panjang.
Jaringan ini bertujuan untuk memahami perubahan sistemik di seluruh Kutub Utara dan menginformasikan langkah-langkah adaptasi dan mitigasi yang diperlukan untuk mengatasi perubahan iklim. Namun, KTT tahun ini dan Pekan KTT Sains Arktik yang menjadi bagian lebih luas, sekarang tertutup bagi para ilmuwan dari lembaga dan organisasi Rusia.
Komite Sains Arktik Internasional, yang menjadi tuan rumah acara tersebut, merilis sebuah pernyataan yang menegaskan komitmennya untuk “kerja sama ilmiah yang damai antar negara,” tetapi menyatakan “tidak dapat berjalan seperti biasa” karena perang.
Lihat Juga :