Akhirnya, Ilmuwan Temukan Pil Pencegah Kehamilan yang Bisa Diminum Pria
Jum'at, 25 Maret 2022 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Mereka juga memaparkan saat ini upaya yang telah dilakukan untuk kontrasepsi oral kaum adam cukup riskan. Pasalnya pengembangan dilakukan dengan menargetkan testosteron hormon seks pria. Alhasil para lelaki kemungkinan mengaklami efek samping seperti penambahan berat badan, depresi dan peningkatan kadar kolesterol low-density lipoprotein (dikenal sebagai LDL). “Kami ingin mengembangkan kontrasepsi non-hormonal pria untuk menghindari efek samping ini,” kata Noman, yang juga dari University of Minnesota.
Baca juga : Dicegat Mata Elang Saat Naik Motor, Ini Cara yang Perlu Anda Lakukan
Pil yang mereka kembangkan memiliki target yang berbeda. Objek yang ingin dilemahkan adalah protein yang disebut retinoic acid receptor alpha (RAR-α). Protein itu untuk singkatnya memainkan peran penting dalam pertumbuhan sel, pembentukan sperma dan perkembangan embrio.
Tikus-tikus laboratoroium yang mengonsumsi pil itu akhirnya memiliki gen RAR-α yang tidak lagi aktif. Artinya kemampuan untuk membuahi dihilangkan. Para ilmuwan dari University of Minnesota sendiri akan mulai mencoba pengujian pada manusia di akhir tahun ini.
"Karena akan sangat sulit untuk memastikan apakah hasil yang ada di hewan juga akan terjadi pada manusia," jelas Noman.
Baca juga : Dicegat Mata Elang Saat Naik Motor, Ini Cara yang Perlu Anda Lakukan
Pil yang mereka kembangkan memiliki target yang berbeda. Objek yang ingin dilemahkan adalah protein yang disebut retinoic acid receptor alpha (RAR-α). Protein itu untuk singkatnya memainkan peran penting dalam pertumbuhan sel, pembentukan sperma dan perkembangan embrio.
Tikus-tikus laboratoroium yang mengonsumsi pil itu akhirnya memiliki gen RAR-α yang tidak lagi aktif. Artinya kemampuan untuk membuahi dihilangkan. Para ilmuwan dari University of Minnesota sendiri akan mulai mencoba pengujian pada manusia di akhir tahun ini.
"Karena akan sangat sulit untuk memastikan apakah hasil yang ada di hewan juga akan terjadi pada manusia," jelas Noman.
(wsb)
Lihat Juga :