Israel Cegah Ukraina Beli Spyware Pegasus Agar Rusia Tidak Marah
Jum'at, 25 Maret 2022 - 06:30 WIB
loading...
Spyware Pegasus pernah meretas 50.000 perangkat di seluruh dunia. Foto/IST
A
A
A
RUSIA - Israel mencegah Ukraina membeli spyware Pegasus. Mereka khawatir Rusia marah besar karena spyware itu akan digunakan Ukraina. Upaya Ukraina membeli spyware itu justru telah dilakukan sebelum Rusia menginvasi Ukraina tahun ini.
Sejak 2019 mereka telah meminta izin kepada Israel agar memiliki perangkat itu. Hanya saja Israel tidak pernah menyetujui karena khawatir akan mengundang kemarahan Rusia.
Fakta-fakta itu ditemukan oleh investigasi bersama dua media, The Guardian dan Washington Post. Diketahui spyware Pegasus merupakan perangkat pengintai yang menghebohkan dunia belakangan ini. Perangkat itu terbukti berhasil memata-matai politisi, aktivis, jurnalis, hingga pemerintah di beberapa negara di dunia.
Baca juga : Maskeran Lagi, Aura SPG Bangkok Motor Show Masih Tetap Seksi dan Menggoda
![Israel Cegah Ukraina Beli Spyware Pegasus Agar Rusia Tidak Marah]()
Spyware yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Israel, NSO Group itu memiliki kemampuan handal untuk memata-matai pengguna smartphone (Android dan iOS) dan mencuri data-data miliknya. Berdasarkan laporan Forbes, Pegasus diperkirakan telah meretas sekitar 50.000 perangkat di seluruh dunia.
Disebutkan The Guardian, Presiden uKraina Volodymyr Zelenskiy memang sangat berani mengkritik Israel. Dalam pernyataannya baru-baru ini dia mengaku heran pada Israel yang tidak memberikan bantuan senjata, apa pun bentuknya, kepada Ukraina. Lebih mengherankan lagu menurut pria berusia 44 tahun itu, Israel justru sama sekali tidak ikut memberikan sanksi kepada Rusia.
Sejak 2019 mereka telah meminta izin kepada Israel agar memiliki perangkat itu. Hanya saja Israel tidak pernah menyetujui karena khawatir akan mengundang kemarahan Rusia.
Fakta-fakta itu ditemukan oleh investigasi bersama dua media, The Guardian dan Washington Post. Diketahui spyware Pegasus merupakan perangkat pengintai yang menghebohkan dunia belakangan ini. Perangkat itu terbukti berhasil memata-matai politisi, aktivis, jurnalis, hingga pemerintah di beberapa negara di dunia.
Baca juga : Maskeran Lagi, Aura SPG Bangkok Motor Show Masih Tetap Seksi dan Menggoda

Spyware yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Israel, NSO Group itu memiliki kemampuan handal untuk memata-matai pengguna smartphone (Android dan iOS) dan mencuri data-data miliknya. Berdasarkan laporan Forbes, Pegasus diperkirakan telah meretas sekitar 50.000 perangkat di seluruh dunia.
Disebutkan The Guardian, Presiden uKraina Volodymyr Zelenskiy memang sangat berani mengkritik Israel. Dalam pernyataannya baru-baru ini dia mengaku heran pada Israel yang tidak memberikan bantuan senjata, apa pun bentuknya, kepada Ukraina. Lebih mengherankan lagu menurut pria berusia 44 tahun itu, Israel justru sama sekali tidak ikut memberikan sanksi kepada Rusia.
Lihat Juga :