Koin Macan Tutul Emas Abad ke-14 Ditaksir Bernilai Rp2,7 Miliar
Sabtu, 05 Maret 2022 - 21:01 WIB
loading...
Satu keping koin emas yang sangat langka dicap dengan macan tutul duduk tegak ditemukan oleh seorang detektor logam di Inggris. Foto/Live Science
A
A
A
LONDON - Satu keping koin emas yang sangat langka dicap dengan macan tutul duduk tegak ditemukan oleh seorang detektor logam di Inggris. Koin itu diperkirakan dicetak di Menara London dari emas 23 karat selama abad ke-14.
Koin yang ditemukan pada tahun 2019 di Norfolk Utara terlihat seperti baru. Koin macan tutul emas ini merupakan peninggalan masa Raja Edward III. Koin emas itu dicetak dan digunakan pada masa singkat sekitar 7 bulan pada tahun 1344.
Saat ini hanya empat koin serupa yang diketahui. Dua keping milik British Museum di London, satu disimpan di Museum Ashmolean di Oxford dan satu lagi dalam koleksi pribadi. Koin macan tutul Norfolk berdiameter sekitar 2,5 sentimeter dan beratnya 3,48 gram.
Rumah lelang Dix tulis Noonan Webb (DNW) memperkirakan koin macan tutul emas ini akan terjual hingga 140.000 pound Inggris atau sekitar Rp2,7 miliar. Rencana pelelangan dilaksanakan pada 8 Maret 2022.
Baca juga; Ini Koin Emas Langka Bergambar Volusianus, Kaisar Muda Romawi yang Dibunuh Pengawalnya
“Kepala macan tutul bermahkota pertama kali digunakan oleh Raja Edward I pada tahun 1300 sebagai tanda autentikasi raja pada perak dan emas. Desain macan tutul muncul selama abad ke-14 pada bendera dan perisai milik keluarga kerajaan Inggris dan pendukungnya,” kata Nigel Mills, konsultan barang antik DNW dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Sabtu (5/3/2022).
Prancis dan Italia mulai memproduksi koin emas pada abad ke-13. Raja Inggris Edward III mulai mencetak koin emas dari Januari hingga Juli 1344. Raja Edward III mencetak koin emas senilai 32.000 pound ke dalam tiga jenis koin macan tutul.
Koin yang ditemukan pada tahun 2019 di Norfolk Utara terlihat seperti baru. Koin macan tutul emas ini merupakan peninggalan masa Raja Edward III. Koin emas itu dicetak dan digunakan pada masa singkat sekitar 7 bulan pada tahun 1344.
Saat ini hanya empat koin serupa yang diketahui. Dua keping milik British Museum di London, satu disimpan di Museum Ashmolean di Oxford dan satu lagi dalam koleksi pribadi. Koin macan tutul Norfolk berdiameter sekitar 2,5 sentimeter dan beratnya 3,48 gram.
Rumah lelang Dix tulis Noonan Webb (DNW) memperkirakan koin macan tutul emas ini akan terjual hingga 140.000 pound Inggris atau sekitar Rp2,7 miliar. Rencana pelelangan dilaksanakan pada 8 Maret 2022.
Baca juga; Ini Koin Emas Langka Bergambar Volusianus, Kaisar Muda Romawi yang Dibunuh Pengawalnya
“Kepala macan tutul bermahkota pertama kali digunakan oleh Raja Edward I pada tahun 1300 sebagai tanda autentikasi raja pada perak dan emas. Desain macan tutul muncul selama abad ke-14 pada bendera dan perisai milik keluarga kerajaan Inggris dan pendukungnya,” kata Nigel Mills, konsultan barang antik DNW dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Sabtu (5/3/2022).
Prancis dan Italia mulai memproduksi koin emas pada abad ke-13. Raja Inggris Edward III mulai mencetak koin emas dari Januari hingga Juli 1344. Raja Edward III mencetak koin emas senilai 32.000 pound ke dalam tiga jenis koin macan tutul.

Lihat Juga :