Penemuan Benda Peninggalan Mpu Sindok Jadi Artefak Tertua di Situs Srigading Malang
Senin, 28 Februari 2022 - 14:51 WIB
loading...
A
A
A
"Tidak boleh ada aktivitas menggunakan metal detector, karena kalau penggalian liar, pencarian liar ada sanksi pidananya. Terus kemudian dipasang pavingisasi, pembuatan jalur, dan kami usahakan juga ada pembuatan pagar pembatas," terangnya.
"Sehingga bila ada aktivitas berkaitan dengan Srigading, izin terlebih dahulu kepada perangkat desa, kepada calon juru pelihara, yang nanti akan kami persilakan BPCB untuk kelengkapannya," imbuhnya.
Ia berharap penemuan situs bersejarah peninggalan Kerajaan Mataram Kuno era Mpu Sindok dapat menambah referensi dan data arkeologis. "Manfaatnya banyak sebagai edukasi, dengan data arkeologis supaya generasi sekarang lebih kenal dan bangga kepada sejarahnya sendiri," tukasnya.
Sebagai informasi BPCB Jatim telah melakukan ekskavasi dua tahap di Situs Srigading Malang. Ekskavasi pertama dilakukan pada 7 - 12 Februari 2022 dimana diekskavasi pertama menggali bagian utara dan barat candi. Diekskavasi ini tim BPCB menemukan fragmen relief dan batu ratna atap candi, yang ditemukan di sisi barat candi.
Sedangkan di ekskavasi dua dilangsungkan mulai Senin (21/2/2022) sampai Sabtu (26/2/2022). Di ekskavasi tahap kedua ini, BPCB Jatim fokus membuka sisi timur dan selatan candi. Temuannya, tiga buah arca Nandaiswara yang sebelumnya sempat disebut Agastya yang ditemukan pada Selasa (22/2/2022), serta arca Mahakala yang ditemukan pada Jumat (25/2/2022).
Arca ketiga yang ditemukan yakni Arca Agastya yang ditemukan pada Minggu (27/2/2022) kemarin. Selain menemukan arca, BPCB juga menemukan lingga di tengah candi, dua buah batu relung, satu buah batu ambang candi, dan beberapa ornamen relief, serta fragmen patahan lainnya.
Kini ekskavasi tahap kedua telah usai dilakukan Minggu kemarin (27/2/2022). Rencananya ekskavasi tahap ketiga bakal dilakukan demi dapat menampakkan tanah asli di bangunan candi tersebut.
"Sehingga bila ada aktivitas berkaitan dengan Srigading, izin terlebih dahulu kepada perangkat desa, kepada calon juru pelihara, yang nanti akan kami persilakan BPCB untuk kelengkapannya," imbuhnya.
Ia berharap penemuan situs bersejarah peninggalan Kerajaan Mataram Kuno era Mpu Sindok dapat menambah referensi dan data arkeologis. "Manfaatnya banyak sebagai edukasi, dengan data arkeologis supaya generasi sekarang lebih kenal dan bangga kepada sejarahnya sendiri," tukasnya.
Sebagai informasi BPCB Jatim telah melakukan ekskavasi dua tahap di Situs Srigading Malang. Ekskavasi pertama dilakukan pada 7 - 12 Februari 2022 dimana diekskavasi pertama menggali bagian utara dan barat candi. Diekskavasi ini tim BPCB menemukan fragmen relief dan batu ratna atap candi, yang ditemukan di sisi barat candi.
Sedangkan di ekskavasi dua dilangsungkan mulai Senin (21/2/2022) sampai Sabtu (26/2/2022). Di ekskavasi tahap kedua ini, BPCB Jatim fokus membuka sisi timur dan selatan candi. Temuannya, tiga buah arca Nandaiswara yang sebelumnya sempat disebut Agastya yang ditemukan pada Selasa (22/2/2022), serta arca Mahakala yang ditemukan pada Jumat (25/2/2022).
Arca ketiga yang ditemukan yakni Arca Agastya yang ditemukan pada Minggu (27/2/2022) kemarin. Selain menemukan arca, BPCB juga menemukan lingga di tengah candi, dua buah batu relung, satu buah batu ambang candi, dan beberapa ornamen relief, serta fragmen patahan lainnya.
Kini ekskavasi tahap kedua telah usai dilakukan Minggu kemarin (27/2/2022). Rencananya ekskavasi tahap ketiga bakal dilakukan demi dapat menampakkan tanah asli di bangunan candi tersebut.
(wbs)
Lihat Juga :