Baterai Terkecil di Dunia, Dapat Bertahan 10 Jam dan Diisi Ulang
Senin, 21 Februari 2022 - 10:31 WIB
loading...
Profesor Oliver G. Schmidt memegang sebuahchip fleksibel yang dapat dilengkapi dengan sejumlah baterai kecil yang terinspirasi dari kue Swiss-roll, bersama anggota tim Dr. Minshen Zhu. Foto/Newatlas
A
A
A
BERLIN - Baterai terkecil di dunia ini diilhami bentuk kue Swiss-roll berhasil dirakit ilmuwan Universitas Teknologi Chemnitz, Jerman . Baterai kecil ini dapat digunakan untuk menyalakan sensor kecil di tubuh manusia atau kepentingan industri lainnya.
Solusi penyimpanan energi yang inovatif ini dirakit berdasarkan inspirasi dari kue Swiss-roll, yang berbentuk silinder digulung dengan lapisan selai tebal di dalamnya. Para ilmuwan melapisi kolektor arus dan strip elektroda yang terbuat dari bahan polimer, logam, dan dielektrik ke permukaan wafer yang dikencangkan.
Perangkat yang disebut baterai mikro silinder self-wound ini berukuran lebih kecil dari satu milimeter persegi dan berukuran sekitar sebutir debu. Dengan kepadatan energi minimum 100 mikrowatt jam per sentimeter persegi.
Baca juga; Tak Perlu Ngecharge, Baterai Motor Listrik Smoot Bisa Ditukar dalam 9 Detik, Ini Spesifikasinya!
Atribut ini membuat baterai cocok untuk integrasi akhirnya menjadi chip kecil dengan sirkuit listrik. Menurut para peneliti, baterai ini dapat dibentuk sesuai sensor biokompatibel dalam tubuh manusia.
Solusi penyimpanan energi yang inovatif ini dirakit berdasarkan inspirasi dari kue Swiss-roll, yang berbentuk silinder digulung dengan lapisan selai tebal di dalamnya. Para ilmuwan melapisi kolektor arus dan strip elektroda yang terbuat dari bahan polimer, logam, dan dielektrik ke permukaan wafer yang dikencangkan.
Perangkat yang disebut baterai mikro silinder self-wound ini berukuran lebih kecil dari satu milimeter persegi dan berukuran sekitar sebutir debu. Dengan kepadatan energi minimum 100 mikrowatt jam per sentimeter persegi.
Baca juga; Tak Perlu Ngecharge, Baterai Motor Listrik Smoot Bisa Ditukar dalam 9 Detik, Ini Spesifikasinya!
Atribut ini membuat baterai cocok untuk integrasi akhirnya menjadi chip kecil dengan sirkuit listrik. Menurut para peneliti, baterai ini dapat dibentuk sesuai sensor biokompatibel dalam tubuh manusia.
Lihat Juga :