Si Pembunuh Kenikmatan, Ini Penyebab Kematian Setelah Berhubungan Seksual

Senin, 21 Februari 2022 - 08:42 WIB
loading...
Si Pembunuh Kenikmatan,...
Secara keseluruhan kasus kematian selama atau satu jam setelah berhubungan seksual sangat rendah atau sekitar 0,6% dari semua kasus kematian mendadak. Foto/Jpost
A A A
DALAM beberapa kasus, orang yang pernah mengalami serangan jantung khawatir untuk kembali melakukan hubungan seksual . Mereka takut aktivitas seksual akan menekan jantung dan menimbulkan efek yang membahayakan.

Penelitian baru menunjukkan bahwa ketakutan itu bisa diterima dan wajar, meskipun bukan satu-satunya penyebab yang berisiko. Para penelitian dari St. George's University of London yang diterbitkan dalam JAMA Cardiology yang dikutip SINDOnews dari laman Jpos, Senin (21/2/2022) mengungkap, detail penyebab kematian saat atau setelah berhubungan seksual.

Dari penelitian kematian akibat serangan jantung mendadak yang dirujuk ke Pusat Patologi Jantung St. George antara Januari 1994 dan Agustus 2020, diketahui ada 6.847 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 kasus atau 0,2%, kasus kematian terjadi selama atau satu jam setelah aktivitas seksual.

Baca juga; Diduga Over Dosis Obat Kuat, Pria Paruh Baya Meregang Nyawa saat Indehoy dengan PSK

Dalam kasus ini diketahui, usia rata-rata adalah 38 tahun. Ini berbeda dengan pandangan awal yang mengira risiko kematian jantung mendadak lebih tinggi seiring bertambahnya usia. Bahkan, 35% kasus terjadi pada wanita, angka yang lebih tinggi dari penelitian sebelumnya.

Kematian ini biasanya tidak disebabkan oleh serangan jantung, seperti yang terlihat pada pria yang lebih tua. Dalam setengah kasus atau sekitar 53%, jantung ditemukan secara struktural normal. Diteliti lebih jauh ternyata penyebab kematian akibat aritmia mendadak.

Aritmia adalah kondisi detak jantung yang tidak normal, seperti tidak beraturan, terlalu cepat, atau terlalu lambat. Aritmia jantung terjadi saat impuls listrik di jantung tidak bekerja dengan baik. Gejalanya, nyaris tidak dirasakan, karena dapat berupa dada berdebar, nyeri dada, pingsan, atau pusing.

Penyebab terbesar kedua, adalah diseksi aorta sebanyak 12%. Ini adalah kondisi yang mengancam jiwa di mana ada ruptur di lapisan terdalam dinding aorta. Diseksi aorta (pemisahan lapisan dinding aorta) adalah darurat medis ketika lapisan bagian dalam pembuluh darah besar yang bercabang jantung (aorta) memiliki sobekan.

Kondisi ini paling umum terjadi pada pria berusia 60-an dan 70-an. Gejalanya, termasuk rasa nyeri mendadak di dada atau punggung atas yang menjalar ke leher atau turun ke pinggang, hilangnya kesadaran, dan sesak napas.

Baca juga; Aktivitas Seksual Sangat Bermanfaat buat yang Pernah Alami Serangan Jantung

Kasus lainnya disebabkan oleh kelainan anatomi seperti kardiomiopati. Ini adalah penyakit otot jantung yang membuat jantung sulit memompa darah ke seluruh tubuh, atau kelompok kondisi genetik yang langka.
Si Pembunuh Kenikmatan, Ini Penyebab Kematian Setelah Berhubungan Seksual


Secara keseluruhan kasus kematian selama atau satu jam setelah berhubungan seksual sangat rendah atau sekitar 0,6% dari semua kasus kematian mendadak. Dalam kebanyakan kasus, kematian tersebut disebabkan kelebihan fisik selama atau setelah aktivitas seksual.

Selain itu, ditemukan juga akibat penggunaan obat resep tertentu dan penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain. Jadi sangat penting untuk melakukan hubungan seksual secara sehat agar tidak menimbulkan risiko yang membahayakan jiwa.

Baca juga; Tentara Ini Tewas Overdosis Obat Kuat Seks demi Puaskan Kekasihnya

Sebab, aktivitas seksual memiliki efek fisik dan psikologis yang sangat baik, akibat adanya pelepasan hormon oksitosin, yang disebut hormon cinta. Aktivitas seksual yang sehat mampu mengurangi tekanan darah tinggi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu tidur lebih nyenyak, dan mengurangi stres.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ilmuwan Klaim Sinar...
Ilmuwan Klaim Sinar dalam Tubuh Manusia Menghilang ketika Sudah Mati
Zat Ini Jadi Jam Alami...
Zat Ini Jadi Jam Alami yang Bisa Menentukan Waktu Kematian Seseorang
Batas Usia Maksimum...
Batas Usia Maksimum Seseorang dapat Hidup Terungkap
Warga Dilarang Mati...
Warga Dilarang Mati di Kota Ini, Berikut Alasan Ilmiahnya
Kisah Perjalanan Kehidupan,...
Kisah Perjalanan Kehidupan, dari Satu Sel Menuju Bentuk Kompleks: Zigot dan Embrio, Mana yang Lebih Dulu?
Bahan Kimia dalam Plastik...
Bahan Kimia dalam Plastik Dikaitkan dengan Kematian Akibat Penyakit Jantung
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Kerja Shift Malam, Risiko Penyakit Jantung Meningkat
Kronologi Calvin Dores...
Kronologi Calvin Dores Alami Serangan Jantung, Sempat Ngeluh Sesak Napas
Serangan Jantung Ancam...
Serangan Jantung Ancam Usia Produktif, Siloam Siapkan Sistem Penanganan Terintegrasi
Rekomendasi
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Berita Terkini
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved