China Akui Pakai Kandungan Berbeda untuk Vaksin Booster
Minggu, 20 Februari 2022 - 22:56 WIB
loading...
A
A
A
Sebuah sampel kecil penelitian di Hong Kong menunjukkan bahwa sebagian besar penerima vaksin Sinovac yang menerima dosis ketiga sekitar dua hingga lima bulan setelah dosis kedua primer, gagal menghasilkan respons antibodi alami terhadap Omicron.
Dalam uji klinis, respons antibodi penerima dosis booster Sinovac juga melemah yang melibatkan varian Delta dibandingkan dengan dosis booster CanSinoBIO.
Dalam sebuah penelitian yang melibatkan varian Omicron di China, suntikan vaksin Sinopharm BBIBP-CorV menunjukkan respons imun yang lebih rendah dibandingkan dengan dosis booster yang diproduksi Zhifei di antara mereka yang menerima dua suntikan BBIBP-CorV.
Salah satu pakar yang terlibat dalam pengembangan vaksin COVID-19 di China, Shao Yiming, mengatakan kontak dekat individu yang terinfeksi COVID-19 selama gelombang awal Omicron di kota Tianjin dan Anyang yang menggunakan dosis booster memiliki kemampuan tiga kali lipat.
Dalam uji klinis, respons antibodi penerima dosis booster Sinovac juga melemah yang melibatkan varian Delta dibandingkan dengan dosis booster CanSinoBIO.
Dalam sebuah penelitian yang melibatkan varian Omicron di China, suntikan vaksin Sinopharm BBIBP-CorV menunjukkan respons imun yang lebih rendah dibandingkan dengan dosis booster yang diproduksi Zhifei di antara mereka yang menerima dua suntikan BBIBP-CorV.
Salah satu pakar yang terlibat dalam pengembangan vaksin COVID-19 di China, Shao Yiming, mengatakan kontak dekat individu yang terinfeksi COVID-19 selama gelombang awal Omicron di kota Tianjin dan Anyang yang menggunakan dosis booster memiliki kemampuan tiga kali lipat.
(wbs)
Lihat Juga :