Temuan Sensor Baru yang Mampu Deteksi Kanker Lebih Cepat

Jum'at, 24 April 2020 - 00:03 WIB
loading...
A A A
Untuk menyesuaikan sensor mereka ke kanker paru-paru, para peneliti menganalisis database gen terkait kanker yang disebut Cancer Genome Atlas dan mengidentifikasi protease yang banyak terdapat pada kanker paru-paru. Mereka menciptakan 14 panel partikel nano berlapis peptida yang dapat berinteraksi dengan enzim ini.

Para peneliti kemudian menguji sensor dalam dua model kanker tikus yang berbeda. Keduanya direkayasa dengan mutasi genetik yang mengarahkan mereka secara alami mengembangkan tumor paru-paru. Untuk membantu mencegah kesalahan yang bisa berasal dari organ lain atau aliran darah, para peneliti menyuntikkan partikel langsung ke saluran napas.

Dengan menggunakan sensor buatannya, para peneliti melakukan tes diagnostik pada tiga titik waktu yakni 5 minggu, 7,5 minggu, dan 10,5 minggu setelah pertumbuhan tumor dimulai. Untuk membuat diagnosis lebih akurat, mereka menggunakan pembelajaran mesin untuk melatih suatu algoritma dan membedakan antara data dari tikus yang memiliki tumor dan tikus yang tidak.

Dengan metode ini, para peneliti menemukan bahwa mereka dapat secara akurat mendeteksi tumor pada salah satu tikus dalam 7,5 minggu ketika tumor hanya 2,8 milimeter kubik. Sedangkan pada tikus lain, tumor dapat dideteksi dalam 5 minggu. Artinya, tingkat keberhasilan sensor juga sebanding atau lebih baik daripada tingkat keberhasilan CT scan yang dilakukan pada titik waktu yang sama.

Para peneliti juga menemukan bahwa sensor memiliki kemampuan penting lainnya. Mereka dapat membedakan antara kanker tahap awal dan peradangan paru-paru yang tidak bersifat kanker.

Bhatia membayangkan bahwa sensor partikel nano dapat digunakan sebagai diagnostik non-invasif bagi orang-orang yang mendapatkan hasil positif pada tes skrining. Ini berpotensi menghilangkan kebutuhan untuk melakukan biopsi.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Mengapa Waktu Seolah...
Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?
Ilmuwan Klaim Berhasil...
Ilmuwan Klaim Berhasil Menghitung Waktu Akhir Kehidupan Bumi
Raih Pengakuan Riset...
Raih Pengakuan Riset STEM, 2 Peneliti SGU Masuk Kandidat Ilmuwan Muda
4 Pelajar Indonesia...
4 Pelajar Indonesia Siap Berlaga di Olimpiade Kimia Internasional IChO 2026
Soroti Survei Terbuka...
Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online
Rekomendasi
Nanik S Deyang Absen...
Nanik S Deyang Absen Hadiri Rapat Laporan Keuangan BGN di Komisi IX DPR
Don Ritto Pakai Rompi...
Don Ritto Pakai Rompi Oranye, Resmi Jadi Tahanan Kejaksaan Agung
Febrie Adriansyah Bakal...
Febrie Adriansyah Bakal Ditahan usai Diperiksa Kejagung?
Berita Terkini
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
500 Pairs Aset Kripto...
500 Pairs Aset Kripto Bantu Menavigasi Ekosistem Digital
Perkuat Pasar Teknologi...
Perkuat Pasar Teknologi Nasional, Bachrum Lubis Siap Pimpin StratLogic.AI Akselerasi Transformasi AI Indonesia
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved