NASA Sebut Rekor Tertinggi, Semburan Abu Vulkanik Letusan Gunung Tonga Tembus 58 Kilometer
Sabtu, 19 Februari 2022 - 10:32 WIB
loading...
A
A
A
Kombinasi eksplosif panas ekstrem dari gunung berapi dan kelembaban dari laut membantu mendorong gumpalan vulkanik ke ketinggian yang mengejutkan. “Itu seperti bahan bakar hiper untuk mega-badai petir,” Kristopher Bedka, seorang ilmuwan atmosfer di NASA dikutip SINDOnews dari laman The Verge, Sabtu (19/2/2022).
Baca juga; Foto Luar Angkasa, Awan Vulkanik Letusan Gunung Tonga Tersebar hingga 2.000 Km di Atas Selandia Baru
Dia menambahkan gelombang yang diciptakan abu vulkanik 2,5 kali lebih tinggi daripada badai petir yang pernah diamati. “Dan, letusannya menghasilkan jumlah petir yang luar biasa," ucapnya.
Ketika gunung berapi memuntahkan emisi ke atmosfer, sebenarnya dapat mendinginkan untuk sementara waktu baik secara lokal maupun global. Itu sebagian besar disebabkan oleh partikel belerang dioksida yang memantulkan sinar matahari yang ditemukan dalam abu vulkanik.
“Tetapi karena ada begitu banyak uap air dan tidak banyak sulfur dioksida dalam gumpalan ini, itu mungkin tidak akan memiliki efek itu,” keterangan NASA.
Baca juga; Foto Luar Angkasa, Awan Vulkanik Letusan Gunung Tonga Tersebar hingga 2.000 Km di Atas Selandia Baru
Dia menambahkan gelombang yang diciptakan abu vulkanik 2,5 kali lebih tinggi daripada badai petir yang pernah diamati. “Dan, letusannya menghasilkan jumlah petir yang luar biasa," ucapnya.
Ketika gunung berapi memuntahkan emisi ke atmosfer, sebenarnya dapat mendinginkan untuk sementara waktu baik secara lokal maupun global. Itu sebagian besar disebabkan oleh partikel belerang dioksida yang memantulkan sinar matahari yang ditemukan dalam abu vulkanik.
“Tetapi karena ada begitu banyak uap air dan tidak banyak sulfur dioksida dalam gumpalan ini, itu mungkin tidak akan memiliki efek itu,” keterangan NASA.

Lihat Juga :