Stephen Hawking Tinggalkan Misteri Ini, Belum Terpecahkan Ilmuwan Selama 42 Tahun
Senin, 14 Februari 2022 - 15:16 WIB
loading...
A
A
A
Papan tulis itu bergabung dengan lusinan artefak Hawking lainnya yang dipamerkan, termasuk salinan Ph.D. tesis tentang perluasan alam semesta, kursi rodanya, dan jaket pribadi yang diberikan pencipta "The Simpsons".
Pameran akan berlangsung hingga 12 Juni 2022 di Science Museum di London, sebelum berhenti di beberapa museum lain di Inggris.
BACA JUGA: Ford Batal Tutup Pabrik di India, Bakal Jadi Basis Ekspor Mobil Listrik
Hawking lahir di Inggris pada 8 Januari 1942. Saat belajar kosmologi di Universitas Cambridge pada tahun 1963, ia didiagnosis menderita penyakit neuron motorik, yang lebih dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig atau amyotrophic lateral sclerosis (ALS).
Kemudian ketika berusia 21 tahun, Hawking diharapkan hidup hanya dua tahun lagi. Dia terus hidup dan bekerja selama lebih dari lima dekade, menerbitkan karya perintis tentang lubang hitam, teori Big Bang, dan relativitas umum.
Pameran akan berlangsung hingga 12 Juni 2022 di Science Museum di London, sebelum berhenti di beberapa museum lain di Inggris.
BACA JUGA: Ford Batal Tutup Pabrik di India, Bakal Jadi Basis Ekspor Mobil Listrik
Hawking lahir di Inggris pada 8 Januari 1942. Saat belajar kosmologi di Universitas Cambridge pada tahun 1963, ia didiagnosis menderita penyakit neuron motorik, yang lebih dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig atau amyotrophic lateral sclerosis (ALS).
Kemudian ketika berusia 21 tahun, Hawking diharapkan hidup hanya dua tahun lagi. Dia terus hidup dan bekerja selama lebih dari lima dekade, menerbitkan karya perintis tentang lubang hitam, teori Big Bang, dan relativitas umum.
(ysw)
Lihat Juga :