6 Jenis Awan Berbahaya yang Sangat Dihindari Penerbangan

Minggu, 13 Februari 2022 - 18:35 WIB
loading...
6 Jenis Awan Berbahaya...
Ada lebih dari seratus jenis awan yang ada di angkasa tapi hanya beberapa yang sangat membahayakan dunia penerbangan. Foto: dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ada lebih dari seratus jenis awan yang ada di angkasa tapi hanya beberapa yang sangat membahayakan dunia penerbangan. Dari jumlah tersebut, ada 6 awan berbahaya yang sangat dihindari oleh pilot ketika terbang dalam cuaca buruk.

Awan adalah massa yang dapat dilihat dari tetesan air atau kristal beku yang menggantung di atmosfer yang berada di atas permukaan bumi. Awan diklasifikasikan berdasarkan karakteristik fisiknya dan keberadaan mereka di atmosfer.

Ada berbagai jenis formasi awan yang umumnya mewakili bagaimana bentuk dan karakteristik lainnya. Ahli meteorologi menggunakan istilah Latin untuk menamakan awan-awan ini dan karakteristiknya.

Berikut awan berbahaya yang sangat dihindari dunia penerbangan yang dikutip dari Aerocorner:



1. Awan Cumulus

Salah satu istilah awan paling umum dalam dunia penerbangan, adalah awan cumulus. Pada cuaca cerah, awan putih ini akan terlihat seperti bola kapas yang berbaris rapi.

BACA: Menurut BMKG Ini Penyebab Fenomena Hujan Es di Yogyakarta

Awan cumulus ini terbentuk ketika atmosfer memberikan daya angkat partikel air. Jika atmosfer tidak stabil dan partikel air menjadi sangat tinggi, awan ini bisa mencapai ketinggian ribuan kaki.

Meningkatnya tekanan atmosfer membuat awan cumulus naik yang menimbulkan turbulensi bagi pesawat terbang. Jika pesawat terjebak di dalam awan ini bisa berisiko fatal.

2. Awan Stratus

Awan stratus adalah kebalikan dari awan cumulus karena bentuknya bertingkat atau berlapis. Tidak seperti awan cumulus, awan stratus menunjukkan bahwa atmosfernya stabil dan hanya ada sedikit gaya angkat atau konveksi.

Dalam beberapa kasus, awan stratus tebal dan berwarna abu-abu, benar-benar menghalangi matahari. Jenis awan ini biasanya bertanggung jawab atas terjadinya halo matahari dan sundog.

BACA JUGA: Cara Menghapus Jejak Digital di Internet dengan Mudah

3. Awan Stratocumulus

Awan stratocumulus adalah salah satu awan yang bisa menutupi area yang luas dan pekat. Awan jenis ini tebal dan menyatu, tetapi pilot mungkin bisa melihat sedikit langit melalui beberapa celah.

Awan stratocumulus sering memungkinkan sinar matahari bersinar. Menurut Atlas Awan Universitas Massachusetts, awan ini jika diterpa sinar matahari akan terlihat fenomena sinar krepuskular.

4. Awan Cumulonimbus

Awan cumulonimbus adalah momok menakutkan bagi dunia penerbangan karena awan ini sangat berbahaya. Awan ini seperti awan cumulus namun disertai dengan hujan deras.

Awan cumulonimbus ini juga berisi badai petir dan merupakan tempat pergolakan hebat di atmosfer. Awan ini akan menggeser angin vertikal hingga mencapai ribuan kaki per menit, sesuatu yang ingin dihindari semua pilot. Awan ini biasanya terbentuk karena ketidakstabilan atmosfer di angkasa.

BACA JUGA: Biar Nyaman Berkendara, Ini Ukuran Tekanan Ban yang Ideal

5. Awan Mammatus

Awan mammatus biasanya terbentuk bersamaan dengan awan cumulonimbus. Jenis awan ini berwarna gelap dan bisa menimbulkan turbulensi yang hebat pada pesawat yang nekat melintas.

Mammatus menggambarkan tampilan awan bergelombang dan berkantung di bagian bawahnya. Awan ini gelap dan merupakan indikasi visual dari turbulensi di atmosfer.

6. Awan Lenticular

Sesuai namanya, awan menyerupai seperti lensa dan terbentuk di bawah serangkaian keadaan yang sangat khusus. Awan lenticular biasanya terbentuk di atas pegunungan.

Ketika angin kencang menghantam gunung, awan ini dipaksa naik oleh medan gravitasi. Lalu udara mendingin dan menciptakan awan yang menutupi punggung bukit.

Awan lenticular yang indah terlihat sangat damai, tetapi bagi pilot, itu menunjukkan angin kencang dan turbulensi. Pilot akan sangat menghindari awan ini jika terbang dekat area pegunungan atau perbukitan.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Awan Cumulonimbus...
Fenomena Awan Cumulonimbus Ternyata Sudah Digambarkan dalam Al-Qur’an, Seperti Apa?
Penampakan UFO Kejutkan...
Penampakan UFO Kejutkan Turis di Ibiza
Viral, Kemunculan Awan...
Viral, Kemunculan Awan Merah Misterius Mirip UFO
Viral Fenomena Awan...
Viral Fenomena Awan Berlubang di Langit Jember, Netizen: Tanda Bencana?
Mengenal Awan Vakum,...
Mengenal Awan Vakum, Fenomena Mirip Lubang UFO di Langit
Viral Cahaya Hijau Misterius...
Viral Cahaya Hijau Misterius Melayang di Langit Bali, Warganet: UFO atau Layang-layang?
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Waspada Cuaca Ekstrem!...
Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Pantau Awan Konvektif Signifikan di Kalimantan hingga Papua
Hujan Es Melanda Tangerang...
Hujan Es Melanda Tangerang dan Tangsel, BMKG: Terbentuk dari Awan Cumulonimbus
Rekomendasi
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
Sambangi MI Raudhatul...
Sambangi MI Raudhatul Azhar, KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
Berita Terkini
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Motorola Razr Fold Diluncurkan,...
Motorola Razr Fold Diluncurkan, Lipatan Smartphone Tidak Terlihat
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved