Peluncuran Pertama Roket Astra Gagal, 4 Satelit Penting yang Dibawa Hilang
Jum'at, 11 Februari 2022 - 08:53 WIB
loading...
Peluncuran roket Astra yang pertama gagal setelah mengalami masalah ketika pemisahan roket tahap pertama dan kedua, tiga menit setelah peluncuran. Foto/Space.com
A
A
A
FLORIDA - Peluncuran roket Astra yang pertama gagal setelah mengalami masalah ketika pemisahan roket tahap pertama dan kedua, tiga menit setelah peluncuran dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral Florida, hari ini atau Kamis (10/2/2022) pukul 15.00 waktu setempat. Akibat kegagalan tersebut 4 satelit dalam misi ElaNa41 yang dibawa hilang.
Roket Launch Vehicle 0008 (LV0008) setinggi 13 meter terdiri dari 2 tahap, meluncur baik dan membubung tinggi ke langit Florida. Namun, tiga menit kemudian tampaknya ada yang tidak beres, tepat setelah tahap pertama dan kedua roket terpisah.
Rekaman dari kamera pada tahap kedua menunjukkan badan roket berputar, bukan meluncur mulus menuju tujuan, orbit dengan ketinggian 500 kilometer. Astra akan melakukan penyelidikan kejadian ini, bekerja sama dengan Administrasi Penerbangan Federal AS.
"Sayangnya, kami mendengar bahwa ada masalah selama penerbangan sehingga pengiriman muatan satelit pelanggan kami ke orbit hari ini gagal. Informasi lebih lanjut akan diberikan saat kami menyelesaikan tinjauan data," kata Carolina Grossman, direktur manajemen produk Astra, dikutip SINDOnews dari laman Space.com, Jumat (11/2/2022).
Baca juga; Elon Musk Bongkar Kehebatan Backflip Roket Falcon 9, Bisa Kembali Vertikal ke Stasiun Peluncuran
Astra, yang didirikan pada tahun 2016, bertujuan untuk merebut sebagian besar pasar peluncuran satelit kecil dengan lini roket yang diproduksi secara massal, dan hemat biaya. Perusahaan telah melakukan empat peluncuran orbital sebelum hari ini, semuanya menguji misi lepas landas dari Pacific Spaceport Complex di Alaska.
Astra mencapai luar angkasa pada dua dari empat misi tersebut. Pada uji coba terbaru, sebuah misi untuk militer AS yang diluncurkan November 2021, LV0007 berhasil mengorbit, sebuah pencapaian besar bagi perusahaan Bay Area. Sebab, sebuah roket Astra mencapai ruang angkasa selama penerbangan uji Desember 2020 tetapi kehabisan bahan bakar sesaat sebelum mencapai kecepatan orbit.
Roket Launch Vehicle 0008 (LV0008) setinggi 13 meter terdiri dari 2 tahap, meluncur baik dan membubung tinggi ke langit Florida. Namun, tiga menit kemudian tampaknya ada yang tidak beres, tepat setelah tahap pertama dan kedua roket terpisah.
Rekaman dari kamera pada tahap kedua menunjukkan badan roket berputar, bukan meluncur mulus menuju tujuan, orbit dengan ketinggian 500 kilometer. Astra akan melakukan penyelidikan kejadian ini, bekerja sama dengan Administrasi Penerbangan Federal AS.
"Sayangnya, kami mendengar bahwa ada masalah selama penerbangan sehingga pengiriman muatan satelit pelanggan kami ke orbit hari ini gagal. Informasi lebih lanjut akan diberikan saat kami menyelesaikan tinjauan data," kata Carolina Grossman, direktur manajemen produk Astra, dikutip SINDOnews dari laman Space.com, Jumat (11/2/2022).
Baca juga; Elon Musk Bongkar Kehebatan Backflip Roket Falcon 9, Bisa Kembali Vertikal ke Stasiun Peluncuran
Astra, yang didirikan pada tahun 2016, bertujuan untuk merebut sebagian besar pasar peluncuran satelit kecil dengan lini roket yang diproduksi secara massal, dan hemat biaya. Perusahaan telah melakukan empat peluncuran orbital sebelum hari ini, semuanya menguji misi lepas landas dari Pacific Spaceport Complex di Alaska.
Astra mencapai luar angkasa pada dua dari empat misi tersebut. Pada uji coba terbaru, sebuah misi untuk militer AS yang diluncurkan November 2021, LV0007 berhasil mengorbit, sebuah pencapaian besar bagi perusahaan Bay Area. Sebab, sebuah roket Astra mencapai ruang angkasa selama penerbangan uji Desember 2020 tetapi kehabisan bahan bakar sesaat sebelum mencapai kecepatan orbit.

Lihat Juga :