Ilmuwan Sebut Luar Angkasa Dipadati Gas Metana dari Bumi
Kamis, 10 Februari 2022 - 09:05 WIB
loading...
A
A
A
Emisi ini menyumbang 10% dari total perkiraan untuk industri. Namun mereka hanyalah puncak gunung es karena satelit hanya mampu secara rutin mendeteksi gumpalan terbesar (>25 ton per jam CH4), yang juga banyak terputus-putus.
Para peneliti menunjukkan bahwa pelepasan metana yang masif ini tidak terletak secara acak tetapi selalu muncul di lokasi ekstraksi minyak dan gas tertentu.
Dengan mempertimbangkan biaya sosial yang mendasari terkait dengan perubahan iklim dan kualitas udara, serta nilai moneter dari gas yang terbuang, penelitian ini sebenarnya menunjukkan bahwa membatasinya akan menghasilkan miliaran dolar penghematan bersih untuk negara-negara yang bersangkutan.
Penelitian ini juga menekankan perlunya sistem pemantauan atmosfer yang andal untuk melacak emisi secara menyeluruh dan memperkirakan dampak tindakan lokal yang ditujukan untuk pengurangan.
Para peneliti menunjukkan bahwa pelepasan metana yang masif ini tidak terletak secara acak tetapi selalu muncul di lokasi ekstraksi minyak dan gas tertentu.
Dengan mempertimbangkan biaya sosial yang mendasari terkait dengan perubahan iklim dan kualitas udara, serta nilai moneter dari gas yang terbuang, penelitian ini sebenarnya menunjukkan bahwa membatasinya akan menghasilkan miliaran dolar penghematan bersih untuk negara-negara yang bersangkutan.
Penelitian ini juga menekankan perlunya sistem pemantauan atmosfer yang andal untuk melacak emisi secara menyeluruh dan memperkirakan dampak tindakan lokal yang ditujukan untuk pengurangan.
(wbs)
Lihat Juga :