Simak, Ini Jenis Manusia Purba di Indonesia dan Ciri-cirinya
Rabu, 09 Februari 2022 - 19:29 WIB
loading...
A
A
A
3. Pithecanthropus Soloensis
Manusia purba Pithecanthropus soloensis memiliki arti manusia kera dari Solo. Jenis fosil manusia purba ini ditemukan oleh Openorth dan Von Koenigswald di Solo, tepatnya di daerah Ngandong sekitar tahun 1931.
Hingga tahun 1933, arkeolog menemukan manusia purba lainnya di Sangiran, yakni dekat Sungai Bengawan Solo. Di daerah ini, arkeolog menemukan tulang tengkorak dan tulang kering manusiapurba ini.
Ciri-ciri Pithecanthropus Soloensis diantaranya, bentuk tubuh kuat, leher berotot, tulang belakang lebih terasa, tulang pipi lebih tebal, tonjolan dahi tebal, tulang pipi menonjol, rahang bawah besar dan kuat, tidak memiliki dagu, volume otak 750cc – 1.350cc, tinggi sekitar 165 cm – 180 cm, dan pemakan tumbuhan serta hewan.
4. Pithecanthropus Mojokertensis
Selain menemukan fosil manusia purba di Solo, Von Koenigswald juga menemukan fosil manusia purba di Mojokerto Jawa Timur pada tahun 1939. Di daerah ini Von Koenigswald menemukan fosil manusia purba seorang anak yang berusia sekitar enam tahun.
BACA JUGA: 6 Cara Membedakan iPhone Asli dan Palsu, Nomor 5 Paling Akurat
Manusia purba Pithecanthropus Mojokertensis ini memiliki ciri-ciri, tengkorak oval dan tebal, volume otak antara 750–1.300cc, memiliki tinggi 165–180 cm, tubuh kuat dan tegak, tak memiliki dagu, serta dahi menonjol.
5. Homo Floresiensis
Sesuai namanya, manusia purba ini ditemukan di pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Penemunya adalah arkeolog dari New England University.
Manusia purba Floresiensis diperkirakan hidup sekitar 12.000 tahun yang lalu. Bersama Penggalian di Linag Bua, arkeolog juga menemukan fosil lain seperti kadal monitor, tikus, dan gajah Stegodo.
Manusia purba homo Floresiensis memiliki ciri-ciri, tinggi sekitar 1 meter, berat sekitar 25kg, memiliki bentuk dahi yang sempit dan tidak menonjol, tulang rahang lebih menonjol, volume otak kecil sekitar 380cc, dan bentuk kepala yang begitu kecil.
6. Homo Wajakensis
Fosil homo Wajakensis ditemukan oleh arkeolog Eugene Dubois. Fosil manusia purba ini ditemukan di desa Campung, Tulungagung, Jawa Timur.
Manusia purba Pithecanthropus soloensis memiliki arti manusia kera dari Solo. Jenis fosil manusia purba ini ditemukan oleh Openorth dan Von Koenigswald di Solo, tepatnya di daerah Ngandong sekitar tahun 1931.
Hingga tahun 1933, arkeolog menemukan manusia purba lainnya di Sangiran, yakni dekat Sungai Bengawan Solo. Di daerah ini, arkeolog menemukan tulang tengkorak dan tulang kering manusiapurba ini.
Ciri-ciri Pithecanthropus Soloensis diantaranya, bentuk tubuh kuat, leher berotot, tulang belakang lebih terasa, tulang pipi lebih tebal, tonjolan dahi tebal, tulang pipi menonjol, rahang bawah besar dan kuat, tidak memiliki dagu, volume otak 750cc – 1.350cc, tinggi sekitar 165 cm – 180 cm, dan pemakan tumbuhan serta hewan.
4. Pithecanthropus Mojokertensis
Selain menemukan fosil manusia purba di Solo, Von Koenigswald juga menemukan fosil manusia purba di Mojokerto Jawa Timur pada tahun 1939. Di daerah ini Von Koenigswald menemukan fosil manusia purba seorang anak yang berusia sekitar enam tahun.
BACA JUGA: 6 Cara Membedakan iPhone Asli dan Palsu, Nomor 5 Paling Akurat
Manusia purba Pithecanthropus Mojokertensis ini memiliki ciri-ciri, tengkorak oval dan tebal, volume otak antara 750–1.300cc, memiliki tinggi 165–180 cm, tubuh kuat dan tegak, tak memiliki dagu, serta dahi menonjol.
5. Homo Floresiensis
Sesuai namanya, manusia purba ini ditemukan di pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Penemunya adalah arkeolog dari New England University.
Manusia purba Floresiensis diperkirakan hidup sekitar 12.000 tahun yang lalu. Bersama Penggalian di Linag Bua, arkeolog juga menemukan fosil lain seperti kadal monitor, tikus, dan gajah Stegodo.
Manusia purba homo Floresiensis memiliki ciri-ciri, tinggi sekitar 1 meter, berat sekitar 25kg, memiliki bentuk dahi yang sempit dan tidak menonjol, tulang rahang lebih menonjol, volume otak kecil sekitar 380cc, dan bentuk kepala yang begitu kecil.
6. Homo Wajakensis
Fosil homo Wajakensis ditemukan oleh arkeolog Eugene Dubois. Fosil manusia purba ini ditemukan di desa Campung, Tulungagung, Jawa Timur.
Lihat Juga :