Mengenal Tradisi Suku Sepik, Menyayat Kulit untuk Mengambil Kekuasaan Buaya
Rabu, 09 Februari 2022 - 10:44 WIB
loading...
A
A
A
"Punggung mereka akan diiris dan disayat dengan silet hingga meninggalkan luka. Dulunya luka itu dibuat menggunakan bambu yang diruncingkan. Ini bisa memakan waktu sekitar dua jam," katanya.
Malingi menceritakan beratnya upacara inisiasi ini sehingga beberapa anak-anak pingsan karena kesakitan. Sedangkan para pria yang lebih tua memainkan seruling suci untuk menenangkan anak-anak tersebut.
"Kulit yang sudah dilukai akan ditutup getah pohon dan tanah liat sungai Sepik untuk mencegah infeksi," katanya.
Setelah menjalani upacara yang menyakitkan ini, para pemuda akan menghabiskan waktu beberapa bulan di dalam rumah roh untuk mempelajari keterampilan hidup.
![Mengenal Tradisi Suku Sepik, Menyayat Kulit untuk Mengambil Kekuasaan Buaya]()
“Mereka mendapatkan pengetahuan tentang roh desa, bagaimana memancing, mengukir, dan bagaimana menghidupi istri dan keluarga mereka,” kata Malingi.
Malingi menceritakan beratnya upacara inisiasi ini sehingga beberapa anak-anak pingsan karena kesakitan. Sedangkan para pria yang lebih tua memainkan seruling suci untuk menenangkan anak-anak tersebut.
"Kulit yang sudah dilukai akan ditutup getah pohon dan tanah liat sungai Sepik untuk mencegah infeksi," katanya.
Setelah menjalani upacara yang menyakitkan ini, para pemuda akan menghabiskan waktu beberapa bulan di dalam rumah roh untuk mempelajari keterampilan hidup.

“Mereka mendapatkan pengetahuan tentang roh desa, bagaimana memancing, mengukir, dan bagaimana menghidupi istri dan keluarga mereka,” kata Malingi.
Lihat Juga :