Tengkorak dan Otak Kucing Menyusut, Ternyata Manusia Penyebabnya
Rabu, 02 Februari 2022 - 12:52 WIB
loading...
Ukuran tengkorak kucing rumah menjadi jauh lebih kecil selama 10.000 tahun terakhir, dan begitu juga volume otak kucing. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
Ukuran tengkorak kucing rumah menjadi jauh lebih kecil selama 10.000 tahun terakhir, dan begitu juga volume otak kucing. Ribuan tahun ketergantungan pada manusia telah menyebabkan otak kucing mengalami penyusutan.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada 26 Januari di jurnal Royal Society Open Science, para peneliti membandingkan ukuran tengkorak (indikator ukuran otak) kucing rumah modern dengan dua leluhur liar terdekat mereka, kucing liar Afrika (Felis lybica) dan Eropa ( Felis silvestris).
Tim peneliti menemukan bahwa ukuran tempurung kepala, yang mempengaruhi volume otak, pada kucing peliharaan telah menyusut secara signifikan selama 10.000 tahun terakhir, dibandingkan dengan nenek moyang liar mereka.
Baca juga; Sayangi Jok Motor Anda, Ikuti Tips Ini Agar Terhindar dari Cakaran Kucing
Namun, kondisi ini tidak berarti bahwa kucing rumah saat ini lebih bodoh dibandingkan kucing liar. Tapi, menurut satu hipotesis, ini menunjukkan bahwa hewan yang sudah jinak setelah dipelihara dengan baik secara tidak sengaja mengubah cara otaknya berkembang.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada 26 Januari di jurnal Royal Society Open Science, para peneliti membandingkan ukuran tengkorak (indikator ukuran otak) kucing rumah modern dengan dua leluhur liar terdekat mereka, kucing liar Afrika (Felis lybica) dan Eropa ( Felis silvestris).
Tim peneliti menemukan bahwa ukuran tempurung kepala, yang mempengaruhi volume otak, pada kucing peliharaan telah menyusut secara signifikan selama 10.000 tahun terakhir, dibandingkan dengan nenek moyang liar mereka.
Baca juga; Sayangi Jok Motor Anda, Ikuti Tips Ini Agar Terhindar dari Cakaran Kucing
Namun, kondisi ini tidak berarti bahwa kucing rumah saat ini lebih bodoh dibandingkan kucing liar. Tapi, menurut satu hipotesis, ini menunjukkan bahwa hewan yang sudah jinak setelah dipelihara dengan baik secara tidak sengaja mengubah cara otaknya berkembang.
Lihat Juga :