Viral, Ilmuwan Rekam Paus Orca Bunuh Paus Biru dan Memakan Lidahnya
Senin, 31 Januari 2022 - 07:13 WIB
loading...
A
A
A
Studi tersebut menjelaskan bahwa 50 Paus Orca bergabung dengan kawanan selama enam jam untuk memakan bangkai Paus Biru. Beberapa minggu kemudian, serangan berikutnya terjadi ketika seekor anak Paus Biru menjadi sasaran. 25 Paus Orca menyerang Paus Biru sepanjang 12 meter (40 kaki).
Serangan terakhir yang dicatat oleh penelitian adalah pada Paus Biru sepanjang 14 meter (45 kaki), yang dikejar sejauh 24 km (15 mil) dalam perburuan 90 menit. Lagi-lagi, strategi berburu orca adalah dengan mendorong dan menabrakkan paus ke bawah air, sementara yang lain menyerang kepala dan lidahnya.
Baca juga; Bayi Badak Putih Ini Diberi Nama Unik oleh Pengunjung Kebun Binatang Suffolk Africa
![Viral, Ilmuwan Rekam Paus Orca Bunuh Paus Biru dan Memakan Lidahnya]()
Studi ini juga mendokumentasikan pembunuhan ini dipimpin oleh Paus Orca betina. Para penelitian mengatakan bahwa dorongan untuk memberi makan anaknya dapat membuat mereka lebih agresif.
"Ini adalah peristiwa pemangsaan terbesar di planet ini: pemangsa puncak terbesar yang memangsa mangsa terbesar," kata Robert Pitman, seorang ahli ekologi kelautan di Institut Mamalia Kelautan Universitas Negeri Oregon, kepada National Geographic.
Serangan terakhir yang dicatat oleh penelitian adalah pada Paus Biru sepanjang 14 meter (45 kaki), yang dikejar sejauh 24 km (15 mil) dalam perburuan 90 menit. Lagi-lagi, strategi berburu orca adalah dengan mendorong dan menabrakkan paus ke bawah air, sementara yang lain menyerang kepala dan lidahnya.
Baca juga; Bayi Badak Putih Ini Diberi Nama Unik oleh Pengunjung Kebun Binatang Suffolk Africa

Studi ini juga mendokumentasikan pembunuhan ini dipimpin oleh Paus Orca betina. Para penelitian mengatakan bahwa dorongan untuk memberi makan anaknya dapat membuat mereka lebih agresif.
"Ini adalah peristiwa pemangsaan terbesar di planet ini: pemangsa puncak terbesar yang memangsa mangsa terbesar," kata Robert Pitman, seorang ahli ekologi kelautan di Institut Mamalia Kelautan Universitas Negeri Oregon, kepada National Geographic.
(wib)
Lihat Juga :