Perangi Hoaks, Twitter Akan Tandai Tweet Bohong
Sabtu, 29 Januari 2022 - 17:19 WIB
loading...
A
A
A
Seperti Facebook yang mulai uji sebuah fitur, dimana sebelum pesan atau artikel dibagiian ke linimasa pengguna akan membacanya terlebih dahulu.
Kemudian Google, dengan memperbaharui kebijakan monetisasi pada pengiklan atau kreator konten. Jika konten atau iklan mereka memuat misinformasi tentang perubahan iklim, maka Google bakal menghapusnya.
Ada juga Facebook yang mulai menguji fitur yang memungkinkan pengguna membaca artikel lebih dulu sebelum membagikannya di linimasa.
Kemudian ada Google yang memperbarui kebijakan monetisasi pada pengiklan atau kreator konten.
Jika konten atau iklan mereka memuat misinformasi tentang perubahan iklim, maka Google bakal menghapusnya.
Kemudian Google, dengan memperbaharui kebijakan monetisasi pada pengiklan atau kreator konten. Jika konten atau iklan mereka memuat misinformasi tentang perubahan iklim, maka Google bakal menghapusnya.
Ada juga Facebook yang mulai menguji fitur yang memungkinkan pengguna membaca artikel lebih dulu sebelum membagikannya di linimasa.
Kemudian ada Google yang memperbarui kebijakan monetisasi pada pengiklan atau kreator konten.
Jika konten atau iklan mereka memuat misinformasi tentang perubahan iklim, maka Google bakal menghapusnya.
Lihat Juga :