Bisnis Melancong ke Luar Angkasa

Minggu, 14 Juni 2020 - 09:54 WIB
loading...
Bisnis Melancong ke...
Perjalanan luar angkasa telah menjadi mimpi banyak orang selama beberapa dekade. Bagi pelaku industri, luar angkasa menjadi ladang menggiurkan dengan menjadikannya sebagai destinasi wisata. Ilustrasi/SINDOnews/Titus Jefika Heri Hendarmawan
A A A
PERJALANAN luar angkasa telah menjadi mimpi banyak orang selama beberapa dekade. Jika selama ini menjelajah ke angkasa luar hanya untuk penelitian dan dilakukan atas nama negara, saat ini bepergian ke jagat raya juga bisa difasilitasi pihak swasta.

Bagi pelaku industri, luar angkasa tengah menjadi ladang menggiurkan mengeruk pundi-pundi dengan menjadikannya sebagai destinasi wisata . Lalu perusahaan apa saja yang kini merambah bisnis perjalanan ke antariksa? Berikut di antaranya.

1. Space Exploration Technologies (SpaceX)

Bisnis Melancong ke Luar Angkasa


SpaceX adalah perusahaan swasta yang dibangun oleh Elon Musk pada 2002. SpaceX dibangun dengan tujuan ambisius, yaitu membawa manusia tinggal di Mars. Pada 28 September 2008, Falcon 1 menjadi roket berbahan bakar cair pertama yang didanai dan dikembangkan oleh pihak swasta dan berhasil mengorbit mengelilingi Bumi. (Baca juga: Elon Musk Fokus Garap Roket yang Bisa Angkut Banyak Orang )

Baru-baru ini SpaceX kembali menjadi bahan berita. Pada dini hari 31 Mei 2020 roket SpaceX Falcon 9 yang membawa pesawat Crew Dragon berisi dua astronaut NASA berhasil meluncur ke antariksa. Roket ini akan membawa misi menuju International Space Station (ISS).

Sebelumnya pada 2018, SpaceX berhasil meluncurkan roket terkuat di dunia Falcon Heavy. Falcon Heavy juga membawa mobil elektrik Tesla dan berencana mencapai orbit terdekat Mars. (Baca juga: Usai Kirim Astronot, SpaceX Bakal Luncurkan Satelit ke Luar Angkasa )

2. Orbital ATK

Bisnis Melancong ke Luar Angkasa


Orbital ATK adalah perusahaan dari Amerika Serikat yang memiliki spesialisasi dalam mendesain dan membangun roket kecil dan sedang untuk keperluan komersial, militer, maupun untuk pemerintah. Orbital ATK yang sebelumnya bernama Orbital Science Corporation, didirikan oleh David W. Thompson, Bruce Ferguson, dan Scott Webster pada 1982.

Pada 2014, Orbital mengumumkan perusahaannya melakukan merger dengan Alliant TechSystems dan menjadi perusahaan bernama Orbital ATK, Inc. Orbital ATK menjadi salah satu dari dua perusahaan yang memiliki kontrak dengan NASA sejak 1983. Roket Pegasus yang mereka kembangkan dapat membawa beban hingga seberat 443 kilogram sehingga Pegasus digunakan untuk mengorbitkan satelit kecil. (Baca juga: Miliki Teleskop Terbesar, China 'Buru' Peradaban di Luar Angkasa )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bandar Antariksa di...
Bandar Antariksa di Biak: Kenapa Papua Jadi Pilihan BRIN untuk Peluncuran Satelit?
Mengapa Orbit Bumi Berputar...
Mengapa Orbit Bumi Berputar Tak Terkendali? Ternyata Ini Penyebabnya
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
MNC University dan Pemkab...
MNC University dan Pemkab Kotabaru Perkuat Kolaborasi, Luncurkan Aplikasi OPPKPKE dan Bahas Pengembangan Pariwisata
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Rekomendasi
Prabowo: Mencuri Uang...
Prabowo: Mencuri Uang Rakyat, Saya Tidak Toleransi
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
PKS Ajak Gema Keadilan...
PKS Ajak Gema Keadilan Jadi Inkubator Pemimpin Muda
Berita Terkini
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
500 Pairs Aset Kripto...
500 Pairs Aset Kripto Bantu Menavigasi Ekosistem Digital
Perkuat Pasar Teknologi...
Perkuat Pasar Teknologi Nasional, Bachrum Lubis Siap Pimpin StratLogic.AI Akselerasi Transformasi AI Indonesia
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved