Gelombang Kejut Letusan Gunung Berapi Tonga Ciptakan Tsunami di 2 Lautan Berbeda
Rabu, 26 Januari 2022 - 07:07 WIB
loading...
A
A
A
Penemuan ini menunjukkan gelombang kejut akibat letusan eksplosif juga pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Bumi, yang menciptakan tsunami lintas samudera. "Ini hampir pasti terjadi di masa lalu," kata Mark Boslough, fisikawan di University of New Mexico, Albuquerque.
Jadi tsunami klasik ini, adalah fenomena yang sudah pernah terjadi di masa lalu dengan berbagai pemicu. Termasuk cuaca yang kuat juga dapat menciptakan gelombang gelombang garis pantai, yang disebut meteotsunami.
(Baca juga; Letusan Gunung Tonga Begitu Dahsyat, Ilmuwan Selandia Baru Ungkap Faktanya )
Dusek mengatakan meteotsunami terjadi sekitar 25 kali setahun di pantai timur AS. Sebagian besar menghasilkan ketinggian gelombang hanya beberapa sentimeter—hampir tidak terlihat dan jelas tidak mengancam.
Namun terkadang, mereka dapat menyebabkan kekacauan. Pada 2013, misalnya, gelombang 2 meter meteotsunami melukai tiga orang di New Jersey. Dan yang 3 meter di Pantai Daytona Florida melukai 75 orang pada tahun 1992.
Gerard Fryer, seorang peneliti tsunami emeritus di University of Hawaii, Manoa, mengatakan tsunami gelombang kejut Tonga bukanlah meteotsunami yang sebenarnya. "Itu tidak melibatkan cuaca," katanya. Tapi itu menciptakan gelombang tekanan yang dilacak dengan gerakan gelombang laut ke pantai.
Jadi tsunami klasik ini, adalah fenomena yang sudah pernah terjadi di masa lalu dengan berbagai pemicu. Termasuk cuaca yang kuat juga dapat menciptakan gelombang gelombang garis pantai, yang disebut meteotsunami.
(Baca juga; Letusan Gunung Tonga Begitu Dahsyat, Ilmuwan Selandia Baru Ungkap Faktanya )
Dusek mengatakan meteotsunami terjadi sekitar 25 kali setahun di pantai timur AS. Sebagian besar menghasilkan ketinggian gelombang hanya beberapa sentimeter—hampir tidak terlihat dan jelas tidak mengancam.
Namun terkadang, mereka dapat menyebabkan kekacauan. Pada 2013, misalnya, gelombang 2 meter meteotsunami melukai tiga orang di New Jersey. Dan yang 3 meter di Pantai Daytona Florida melukai 75 orang pada tahun 1992.
Gerard Fryer, seorang peneliti tsunami emeritus di University of Hawaii, Manoa, mengatakan tsunami gelombang kejut Tonga bukanlah meteotsunami yang sebenarnya. "Itu tidak melibatkan cuaca," katanya. Tapi itu menciptakan gelombang tekanan yang dilacak dengan gerakan gelombang laut ke pantai.
Lihat Juga :