Kapal Tanker Hidrogen Pertama di Dunia Sukses Berlayar dari Jepang ke Australia
Minggu, 23 Januari 2022 - 17:26 WIB
loading...
A
A
A
Kapal tanker Suiso Frontier yang memiliki berat kotor 8.000 ton akan melakukan perjalanan dua minggu untuk mengangkut hidrogen cair ke Kobe di Jepang. Kapal tanker Suiso Frontier mempunyai kapasitas tangki penyimpanan 1.250 meter kubik dan mampu membawa hidrogen cair pada 0,125 persen dari volume aslinya ketika dalam keadaan gas.
![Kapal Tanker Hidrogen Pertama di Dunia Sukses Berlayar dari Jepang ke Australia]()
Tahun lalu, HESC mulai mengekstraksi 70 kg hidrogen per hari dari batubara coklat di Lembah Latrobe, sekitar 135 km (84 mil) timur Melbourne. Selama ini batubara coklat telah lama menjadi bahan bakar beberapa pembangkit listrik paling berpolusi di Australia. (Baca juga; Angkatan Udara Inggris Sukses Terbangkan Pesawat Gunakan Bahan Bakar Sintetis )
Hidrogen diproduksi dengan mereaksikan batubara dengan oksigen dan uap di bawah panas bertekanan tinggi. Kemudian diangkut dengan truk ke lokasi pelabuhan dan didinginkan hingga minus 253 derajat Celcius (minus 423 Fahrenheit), mencairkannya untuk diekspor.
Bahan bakar hidrogen dilihat sebagai jalan menuju industri dekarbonisasi yang bergantung pada batu bara, gas, dan minyak. Ini sejalan dengan rencana Jepang untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050. Australia bertekad untuk menjadi pengekspor utama bahan bakar hidrogen dan memproduksi hingga 225.000 ton hidrogen per tahun. (Baca juga; Konversi Minyak Sawit Jadi Avtur, PTDI: Belum Dikomersialkan )

Tahun lalu, HESC mulai mengekstraksi 70 kg hidrogen per hari dari batubara coklat di Lembah Latrobe, sekitar 135 km (84 mil) timur Melbourne. Selama ini batubara coklat telah lama menjadi bahan bakar beberapa pembangkit listrik paling berpolusi di Australia. (Baca juga; Angkatan Udara Inggris Sukses Terbangkan Pesawat Gunakan Bahan Bakar Sintetis )
Hidrogen diproduksi dengan mereaksikan batubara dengan oksigen dan uap di bawah panas bertekanan tinggi. Kemudian diangkut dengan truk ke lokasi pelabuhan dan didinginkan hingga minus 253 derajat Celcius (minus 423 Fahrenheit), mencairkannya untuk diekspor.
Bahan bakar hidrogen dilihat sebagai jalan menuju industri dekarbonisasi yang bergantung pada batu bara, gas, dan minyak. Ini sejalan dengan rencana Jepang untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050. Australia bertekad untuk menjadi pengekspor utama bahan bakar hidrogen dan memproduksi hingga 225.000 ton hidrogen per tahun. (Baca juga; Konversi Minyak Sawit Jadi Avtur, PTDI: Belum Dikomersialkan )
(wib)
Lihat Juga :