Letusan Gunung Tonga Begitu Dahsyat, Ilmuwan Selandia Baru Ungkap Faktanya
Sabtu, 22 Januari 2022 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
Emily Lane mengatakan bahwa tsunami di seluruh lautan biasanya dipicu oleh gempa bumi yang meluas dan melintasi wilayah yang luas, bukan dari satu gunung berapi. Faktor-faktor lain mungkin berperan, seperti sisi bawah air dari gunung berapi ada bagian yang runtuh dan memindahkan air.
Dia mengatakan satu teori yang menarik adalah bahwa gelombang kejut atau ledakan sonik, dari gunung berapi Tonga berkontribusi pada terjadinya gelombang tsunami.Suaranya yang keras mungkin telah memompa lebih banyak kekuatan ke dalam gelombang tsunami.
Selah letusan dahsyat Gunung Berapi Tonga, ada dua skenario yang diperkirakan bakal terjadi. Pertama, kondisi magma akan stabilselama 10 hingga 20 tahun ke depan karena sudah habis dimuntahkan. Kedua, magma baru naik dengan cepat menggantikan yang sudah meletus, kemungkinan ada letusan berkelanjutan, meskipun tidak sebesar letusan pertama.
Untuk itu, Cronin dan Lane sepakat perlu ada pemantauan gunung berapi yang jauh lebih baik, terutama yang berada di sekitar Tonga, untuk membantu memprediksi kejadian di masa depan dengan lebih baik. (Baca juga; Diameter Awan Vulkanik Gunung Tonga Mencapai 650 Km, Mampu Lenyapkan Korut dan Korsel )
Dia mengatakan satu teori yang menarik adalah bahwa gelombang kejut atau ledakan sonik, dari gunung berapi Tonga berkontribusi pada terjadinya gelombang tsunami.Suaranya yang keras mungkin telah memompa lebih banyak kekuatan ke dalam gelombang tsunami.
Selah letusan dahsyat Gunung Berapi Tonga, ada dua skenario yang diperkirakan bakal terjadi. Pertama, kondisi magma akan stabilselama 10 hingga 20 tahun ke depan karena sudah habis dimuntahkan. Kedua, magma baru naik dengan cepat menggantikan yang sudah meletus, kemungkinan ada letusan berkelanjutan, meskipun tidak sebesar letusan pertama.
Untuk itu, Cronin dan Lane sepakat perlu ada pemantauan gunung berapi yang jauh lebih baik, terutama yang berada di sekitar Tonga, untuk membantu memprediksi kejadian di masa depan dengan lebih baik. (Baca juga; Diameter Awan Vulkanik Gunung Tonga Mencapai 650 Km, Mampu Lenyapkan Korut dan Korsel )
(wib)
Lihat Juga :