Tanda Akhir Zaman Mulai Muncul, Jam Kiamat Disetel Ulang Besok
Kamis, 20 Januari 2022 - 10:04 WIB
loading...
A
A
A
Dan ketika para ilmuwan terakhir kali check-in Jam Kiamat pada tahun 2021, jam itu sudah siap.
Para Ilmuwan Atom Chicago menempatkan jam dengan jarumnya yang disetel tujuh menit menuju tengah malam di sampul jurnal pertama mereka pada tahun 1947 silam.
Ketika jam ditetapkan, pada tahun 1947, waktu ditetapkan ke tujuh menit menuju tengah malam. Setiap tahun waktu disetel dengan melihat peristiwa yang terjadi selama kurun waktu tersebut.
Satu-satunya waktu yang begitu dekat ke kiamat , adalah setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet mulai menguji bom hidrogen selama Perang Dingin pada tahun 1953. Sedangkan jarak terjauh manusia dari bencana global adalah pada tahun 1991, ketika waktunya ditetapkan ke 17 menit menuju tengah malam.
Presiden dan CEO di Buletin Ilmuwan Atom, Rachel Bronson mengatakan, kondisi nuklir dan iklim yang terus memburuk membawa jarum jam lebih dekat ke tengah malam.
"Mengingat kelambanan para pemimpin internasional untuk menangani bencana ini, anggota Dewan Sains dan Keamanan terpaksa menyatakan keadaan darurat yang membutuhkan perhatian segera, fokus, dan tak henti-hentinya dari seluruh dunia," katanya.
Para Ilmuwan Atom Chicago menempatkan jam dengan jarumnya yang disetel tujuh menit menuju tengah malam di sampul jurnal pertama mereka pada tahun 1947 silam.
Ketika jam ditetapkan, pada tahun 1947, waktu ditetapkan ke tujuh menit menuju tengah malam. Setiap tahun waktu disetel dengan melihat peristiwa yang terjadi selama kurun waktu tersebut.
Satu-satunya waktu yang begitu dekat ke kiamat , adalah setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet mulai menguji bom hidrogen selama Perang Dingin pada tahun 1953. Sedangkan jarak terjauh manusia dari bencana global adalah pada tahun 1991, ketika waktunya ditetapkan ke 17 menit menuju tengah malam.
Presiden dan CEO di Buletin Ilmuwan Atom, Rachel Bronson mengatakan, kondisi nuklir dan iklim yang terus memburuk membawa jarum jam lebih dekat ke tengah malam.
"Mengingat kelambanan para pemimpin internasional untuk menangani bencana ini, anggota Dewan Sains dan Keamanan terpaksa menyatakan keadaan darurat yang membutuhkan perhatian segera, fokus, dan tak henti-hentinya dari seluruh dunia," katanya.
Lihat Juga :