Indonesia Dinilai Lokasi Potensial untuk Ekspansi Bisnis Data Center
Selasa, 18 Januari 2022 - 10:28 WIB
loading...
Data Center dengan konsep ECO yang dilengkapi koneksi seamless dengan data center berkapasitas besar (Hyperscale Data Center) yang telah dibangun di lokasi Cikarang. FOTO/ IST
A
A
A
JAKARTA - Indonesia saat ini dipertimbangkan sebagai salah satu lokasi yang potensial untuk perluasan bisnis Data Center di Asia, sebagai the next Hub setelah Singapura dan Hongkong.
Executive Vice President Divisi Wholesale Service Telkom, Erik Orbandi mengungkapkan Indonesia memiliki pasar Internet dan smartphone aktif terbesar di Asia Tenggara, dimana mobile connections in Indonesia mencapai 125.6% of dari populasi per January 2021, dimana angka ini lebih tinggi dibanding data rata-rata global berkisar 102.4%.
BACA JUGA - TECH Siap Jadi Perusahaan Big Data Enabler di Indonesia
“Saat ini Indonesia banyak dipertimbangkan pemain global sebagai the next Hub setelah Singapura dan Hongkong. Bisnis Data Center mengundang pelaku bisnis lokal maupun global untuk ikut terjun dalam bisnis, baik dalam bentuk joint venture maupun direct investment dan pembentukan anak perusahaan,” katanya.
Ditambahkannya, tren terbaru data center saat ini meliputi konsep breakthru untuk memberikan diferensiasi dan mengindikasikan keseriusan dalam memberikan fasilitas Data Center yang bertaraf global dan modern, diantaranya; Green DC, Hyperscale DC Infra dan Multiple DC Location.
“Bahkan Telkom memiliki Data Center dengan konsep ECO yang dilengkapi koneksi seamless dengan data center berkapasitas besar (Hyperscale Data Center) yang telah dibangun di lokasi Cikarang, serta dilengkapi dengan Edge DC yang tersebar di 18 lokasi seluruh Indonesia dan 5 lokasi global, menjadikan Data Center Telkom Group menjadi pilihan tepat dalam mendeliver layanan complete level data center,” katanya.
"Dengan lokasi neuCentrIX yang tersebar di domestik dan global tersebut, memudahkan pelanggan dalam backup data. Untuk environment neuCentrIX dilakukan back up data secara periodik sehingga customer dapat memiliki opsi untuk mendapatkan layanan primary data center sekaligus data recovery site data center. Sehingga keamanan data yang disimpan di neuCentrIX dapat lebih optimal," katanya.
Executive Vice President Divisi Wholesale Service Telkom, Erik Orbandi mengungkapkan Indonesia memiliki pasar Internet dan smartphone aktif terbesar di Asia Tenggara, dimana mobile connections in Indonesia mencapai 125.6% of dari populasi per January 2021, dimana angka ini lebih tinggi dibanding data rata-rata global berkisar 102.4%.
BACA JUGA - TECH Siap Jadi Perusahaan Big Data Enabler di Indonesia
“Saat ini Indonesia banyak dipertimbangkan pemain global sebagai the next Hub setelah Singapura dan Hongkong. Bisnis Data Center mengundang pelaku bisnis lokal maupun global untuk ikut terjun dalam bisnis, baik dalam bentuk joint venture maupun direct investment dan pembentukan anak perusahaan,” katanya.
Ditambahkannya, tren terbaru data center saat ini meliputi konsep breakthru untuk memberikan diferensiasi dan mengindikasikan keseriusan dalam memberikan fasilitas Data Center yang bertaraf global dan modern, diantaranya; Green DC, Hyperscale DC Infra dan Multiple DC Location.
“Bahkan Telkom memiliki Data Center dengan konsep ECO yang dilengkapi koneksi seamless dengan data center berkapasitas besar (Hyperscale Data Center) yang telah dibangun di lokasi Cikarang, serta dilengkapi dengan Edge DC yang tersebar di 18 lokasi seluruh Indonesia dan 5 lokasi global, menjadikan Data Center Telkom Group menjadi pilihan tepat dalam mendeliver layanan complete level data center,” katanya.
"Dengan lokasi neuCentrIX yang tersebar di domestik dan global tersebut, memudahkan pelanggan dalam backup data. Untuk environment neuCentrIX dilakukan back up data secara periodik sehingga customer dapat memiliki opsi untuk mendapatkan layanan primary data center sekaligus data recovery site data center. Sehingga keamanan data yang disimpan di neuCentrIX dapat lebih optimal," katanya.
Lihat Juga :