Dampak Negatif Misi ke Luar Angkasa, Hancurkan 3 Juta Sel Darah Merah Per Detik
Senin, 17 Januari 2022 - 07:33 WIB
loading...
A
A
A
Memiliki lebih sedikit sel darah merah ketika di luar angkasa bukanlah masalah karena tubuh astronot tidak berbobot atau melayang akibat tidak ada gravitasi. Namun, setelah mendarat di Bumi atau melakukan pendaratan di planet lain, kondisi itu dapat memengaruhi energi, daya tahan, dan kekuatan astronot.
"Jika Anda sedang dalam perjalanan ke Mars, dan tubuh Anda tidak dapat memproduksi sel darah merah ekstra, Anda bisa berada dalam masalah serius," kata Trudel. Perkiraan NASA, sebuah misi perjalanan pulang pergi ke Mars akan memakan waktu sekitar dua tahun. (Baca juga; Ilmuwan Ciptakan Kantong Tidur untuk Atasi Gangguan Mata Astronot )
Laporan jurnal Nature Medicine menyebutkan, setahun setelah kembali ke Bumi, sel darah merah astronot belum sepenuhnya kembali pada kondisi sebelum melakukan misi ke luar angka. Untuk para turis luar angkasa yang hendak melakukan perjalanan singkat pun harus memperhatikan masalah ini.
"Temuan ini memiliki implikasi untuk memahami konsekuensi fisiologis dari penerbangan luar angkasa dan anemia pada pasien di darat,” kata Sulekha Anand, peneliti fisiologi manusia di San Jose State University. (Baca juga; NASA Bikin Megaroket SLS untuk Kirim Astronot ke Bulan )
"Jika Anda sedang dalam perjalanan ke Mars, dan tubuh Anda tidak dapat memproduksi sel darah merah ekstra, Anda bisa berada dalam masalah serius," kata Trudel. Perkiraan NASA, sebuah misi perjalanan pulang pergi ke Mars akan memakan waktu sekitar dua tahun. (Baca juga; Ilmuwan Ciptakan Kantong Tidur untuk Atasi Gangguan Mata Astronot )
Laporan jurnal Nature Medicine menyebutkan, setahun setelah kembali ke Bumi, sel darah merah astronot belum sepenuhnya kembali pada kondisi sebelum melakukan misi ke luar angka. Untuk para turis luar angkasa yang hendak melakukan perjalanan singkat pun harus memperhatikan masalah ini.
"Temuan ini memiliki implikasi untuk memahami konsekuensi fisiologis dari penerbangan luar angkasa dan anemia pada pasien di darat,” kata Sulekha Anand, peneliti fisiologi manusia di San Jose State University. (Baca juga; NASA Bikin Megaroket SLS untuk Kirim Astronot ke Bulan )
(wib)
Lihat Juga :